Blog Khusus Doa - Tayamum adalah bersuci dari hadats dengan mengusap wajah dengan tangan menggunakan debu, tanah dan/atau permukaan bumi lainnya yg bersih dengan suci. Adapun untuk bacaan niat tayamum lengkap bahasa arab, tulisan latin dengan terjemahannya bagi kami share dibawah ini.
Ada beberapa hal yg menyebabkan seseorang bertayammum ataupun bersuci dengan tanah/debu. Misalnya, orang sakit yg tidak boleh terkena air, maka ketika ia bagi mengerjakan sholat lima waktu, cara wudhu ataupun bersucinya yaitu dengan bertayammum. Selain itu, apabila di suatu tempat tidak ada air, kekeringan karena kemarau panjang, maka masyarakat di daerah tersebut bisa bersuci ataupun berwudhu dengan cara tayammum.
Ilustrasi: Tayammum |
وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ
Artinya :
Dan kalau kamu sakit ataupun dalam perjalanan ataupun kembali dari tempat buang air ataupun berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yg baik (bersih); sapulah mukamu dengan tanganmu dengan tanah itu. (QS. Al Maa-idah : 6).
Sabda Rasulullah SAW :
وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ
Artinya :
Dijadikan bagi kami (ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam ) permukaan bumi sebagai thohur/sesuatu yg digunakan untuk besuci (tayammum) kalau kami tidak menjumpai air. (HR. Muslim no. 522)
Syarat Tayammum
- Tidak ada air dengan sudah berusaha mencarinya, tetapi tidak ketemu
- berhalangan menggunakan air, seperti sedang sakit, apabila terkena air penyakitnya bagi bertambah parah
- Telah masuk waktu Shalat
- Dengan tanah ataupun debu yg suci
Doa / Niat Tayammum
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضً ِللهِ تَعَالَى
NAWAITUT TAYAMMUMA LISTIBAAHATIS SHALAATI FADHAL LILLAAHI TA'AALAA
Artinya :
Sengaja aku bertayammum untuk melakukan shalat fardhu karena Allah Ta'ala
Tata Cara Tayammum
Dijelaskan dalam sebuah hadits : بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ
Artinya :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dengan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yg berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”. Seraya beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dengan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. (HR. Bukhori no. 347 dengan Muslim no. 368)
Dan dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori,
وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً
Artinya :
Dan beliau mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”.
Dari hadits-hadits diatas, beroleh disimpulkan bahwa tata cara Rasulullah SAW bertayammum adalah sebagai berikut :
- Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali pukulan kemudian meniupnya.
- Kemudian menyapu punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dengan sebaliknya.
- Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
- Semua usapan baik ketika mengusap telapak tangan dengan wajah dilakukan sekali usapan saja.
- Bagian tangan yg diusap adalah bagian telapak tangan sampai pergelangan tangan saja ataupun dengan kata lain tidak sampai siku seperti kepada saat wudhu.
- Tayammum beroleh menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil.
- Tidak wajibnya urut/tertib dalam tayammum.
Itulah tata cara tayammum serta niat tayammum yang beroleh kita pelajari bersama. Sejauh ini, alhamdulillah saya pribadi belum pernah melakukan tayamum. Ini artinya saya belum pernah mengalami kekeringan yg sangat amat sehingga mencari air pun susah meskipun hanya untuk berwudhu. Maka dari itu, selagi masih diberi kesehatan serta kekeringan belum melanda kita, marilah kita selalu menjalankan perintah-Nya dengan menjauhi segala larangan-Nya.
Sumber Referensi :
* PedomanSholat
* Muslim.or.id
No comments:
Post a Comment