Blog Khusus Doa berbahaya - berbahaya Pikiran terang, bersinar, bercahaya adalah dambaan semua orang. Tidak hanya pikiran saja, dalam doa ini juga memohon agar supaya selalu diberi cahaya keterangan untuk seluruh bagian tubuh. Seperti cahaya hati, mata, telinga, rambut, wajah, kulit bersama masih banyak lagi.
Untuk itu, andaikan ingin seluruh bagian tubuh kita selalu terang bersama bercahaya, silakan bisa mengamalkan dan/atau membaca doa pikiran terang (bercahaya) berikut ini disetiap waktu. Ya minimal setelah kita melaksanakan sholat fardhu. Dan berikut adalah lafadz bacaan selengkapnya dalam bahasa arab, tulisan latin serta terjemahannya lengkap.
Artinya : Ya Allah, jadikanlah untukku cahaya dalam hatiku, cahaya dalam kuburku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya kepada rambutku, cahaya kepada kulitku, cahaya kepada darahku, cahaya kepada tulangku, dari arah kananku, cahaya dari arah kiriku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku. Ya Allah, tambahilan aku hendak cahaya bersama berilah aku cahaya, jadikanlah untukku cahaya bersama jadikanlah aku cahaya.
Itulah Lafadz Doa Agar Pikiran Terang (Bercahaya) Bahasa Arab, Latin bersama Artinya. Dalam doa tersebut, ternyata tidak hanya memohon agar pikiran kita saja yg menjadi terang, tetapi juga pendengaran kita, penglihatan, rambut, kulit, darah bersama seluruh tubuh kita menjadi terang. Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita. Amin.
Blog Khusus Doa - Shalawat Nariyah merupakan salah satu Sholawat yg sangat populer dikalangan masyarakat muslim. Banyak yg meyakini manfaat sholawat nariyah mampu meringankan masalah, memecahkan kesulitan serta meriang ringan tercapainya apa yg diharapkan, namun banyak juga yg berpendapat bahwa shalawat nariyah itu dilarang karena di dalamnya mengandung kesyirikan (menyekutukan Allah).
Dalam sejarahnya, Sholawat Nariyah tidak pernah ada di zaman Nabi Muhammad SAW dengan para sahabat, sementara sejarah lain menyebutkan sholawat nariyah merupakan sholawat yg selalu diamalkan oleh sahabat nabi, dimana sahabat nabi tersebut mengamalkan ataupun membaca shalawat nariyah sebanyak 4.444 kali setiap malam, dengan dengan amalan inilah ia sebagai orang yg pertama masuk surga bersama nabi.
Dari beberapa uraian diatas, becus kita pahami bahwa sholawat nariyah ini ternyata memiliki meriang perselisihan di kalangan muslim. Nah, dengan halaman ini kami atas menguak ataupun memaparkan tentang Sholawat Nariyah yg kontroversial ini, yg berhasil kami rangkum dari berbagai sumber. Untuk selengkapnya, silakan simak sampai selesai uraiannya dibawah ini :
Bacaan Shalawat Nariyah Bahasa Arab, Tulisan Latin dengan Terjemahannya
Artinya : Ya Allah, limpahkanlah shalawat yg sempurna dengan curahkanlah salam kesejahteraan yg penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yg dengan sebab beliau semua kesulitan becus terpecahkan, semua kesusahan becus dilenyapkan, semua keperluan becus terpenuhi, dengan semua yg didambakan serta husnul khatimah becus diraih, dengan berkat dirinya yg mulia hujanpun turun, dengan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dengan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yg diketahui oleh Engkau.
Dari bacaan shalawat nariyah dengan terjemahannya seperti yg tertera diatas, ternyata ini menjadi kontroversi. Banyak buku-buku yg beredara di masyarakat dan/atau artikel-artikel di internet yg membahas Sholawat Nariyah, dengan mengartikan kalau shalawat ini terdapat beberapa lafadz yg maknanya menyekutukan Allah (Syirik) dan/atau melanggar pengertian syirik, yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yg menjadi sifat khusus bagi Allah.
Salawat Nariyah adalah Syirik
Dilansir dari laman konsultasisyariah.com, terdapat 4 kalimat yg mengandung kesyirikan dalam sholawat nariyah. beberapa lafadnya adalah sebagai berikut :
Artinya : "Segala ikatan dengan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam"
meriang وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ
Artinya : "Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam"
meriang وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ
Artinya : "Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam"
meriang وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
Artinya : "Segala keinginan bisa didapatkan dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam"
Nah, empat kalimat di atas merupakan pujian yg ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Jika kita perhatikan, empat kemampuan di atas merupakan kemampuan yg hanya dimiliki oleh Allah dengan tidak dimiliki oleh makhluk-Nya siapa pun orangnya. Karena yg bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dengan mengabulkan keinginan serta doa hanyalah Allah.
Seorang Nabi ataupun bahkan para malaikat tidak memiliki kemampuan dalam hal ini. Oleh karena itu, ketika pujian-pujian ini ditujukan kepada selain Allah (termasuk kepada Nabi Muhammad SAW) maka berarti agak menyamakan makhluk tersebut dengan Allah dalam perkara yg menjadi hak khusus bagi Allah.
Selain keempat kalimat diatas, dalam Sholawat Nariyah meriang terdapat pujian yg berlebihan kepada Nabi Muhammad SAW. Sementara meriang Nabi sendiri melarang keras umatnya untuk memujinya secara berlebihan.
Suatu ketika ada seorang sahabat memuji Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengatakan: "Engkau adalah manusia terbaik di antara kami, putra dari manusia terbaik kami,…" kemudian beliau bersabda, "Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan dalam memuji Nabi Isa A.S. Aku hanyalah seorang hamba, maka sebutlah Aku: Hamba Allah dengan Rasul-Nya." (HR. Ahmad dengan dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth).
Dari sisi penamaan, patut diketahui bahwa kata naariyah merupakan pecahan dari kata naar (النار) yg artinya api. Maka bagaimana mungkin sesuatu yg isinya doa diberi nama yg mengesankan sesuatu yg buruk?. Tetapi ada yg menyebutkan bahwa asal usul nama Shalawat Nariyah itu diambil dari pengarangnya yakni Syaikh Nariyah (akan kami ulas dibawah).
Analisa Isi Shalawat Nariyah
Untuk meluruskan dan/atau menengahi uraian diatas tentang "kesyirikan Sholawat Nariyah serta yg Berlebihan" maka kita perlu menganalisa arti/terjemahan sholawat tersebut.
Seperti dilansir dari laman seteteshidayah.wordpress.com, Sebagian orang yg terlalu bersemangat mempersoalkan kata ganti "BIHI" (dengannya) dengan lafadz shalawat nariyah di atas ditujukan kepada Rasulullah Muhammad SAW, maka hal itu adalah sebuah kesyirikan karena tidak boleh Rasulullah SAW bukanlah penyebab terurai segala ikatan dengan kesulitan dengan hilangnya segala kesedihan, serta dipenuhinya segala kebutuhan. Mereka mengatakan seandainya kata ganti “BIHI” diganti dengan “BIHA” yg artinya melalui shalawat itu sendiri maka Allah atas mengurai segala ikatan dengan kesulitan dengan hilang segala kesedihan, serta dipenuhinya segala kebutuhan maka hal ini menjadi benar.
Maka kepada saudara se-aqidah sesama muslim kita harus berusaha untuk husnudzon (berprasangka baik). Di dalam kaidah peradilan saja ketika mengadili orang, dikenal istilah praduga tak bersalah (presumption of innocence), walaupun ia jelas-jelas penjahat tetap harus didampingi pembela dengan dijunjung tinggi kaidah ini. Apalagi ini dalam masalah agama kepada saudara sesama muslim, kok meriang ringan sekali mengatakan syirik, sesat dengan kafir?
Kata ganti "BIHI" di sini masih ada ruang penafsiran tergantung niat orang yg mengucapkannya. Jika ia benar-benar meyakini dengan bermaksud Rasulullah-lah yg menguraikan kesulitan, menghilangkan segala kesedihan, memenuhi segala kebutuhan, maka tentu orang itu agak tergelincir dalam kesesatan dengan kemusyrikan.
Namun seandainya yg dimaksud adalah bahwa melalui Rasulullah Muhammad s.a.w. kita mengenal agama ini, lalu dari situ kita jadi memahami agama ini, meyakini tentang Allah dengan segala sifat dengan kekuasaanNya maka dari situlah segala kesulitan kita menjadi terurai, segala kesedihan kita menjadi sirna, dengan segala keinginan kita dikabulkan oleh Allah, maka hal ini adalah aqidah yg benar. Inilah mungkin yg dimaksud dengan perkataan meriang ALLADZI TANHALLU BIHIL 'UQOD(terurai melalui mu segala ikatan), TANFARIJU BIHIL KUROB(dilepaskan / dihilangkan melalui mu segala kesedihan) dengan seterusnya.
Terkadang makna dari kata-kata sangat relatif maksudnya dengan bergantung dengan prasangka yg ada di dalam otak. Jika prasangkanya sudah buruk apa yg diucapkan orang pun selalu nampak buruk dengan salah. Terlebih dalam memandang kata-kata pujian yg disampaikan melalui puisi, lebih sering maknanya adalah majazi (bukan makna sesungguhnya). Sebagaimana orang yg jatuh cinta mengatakan "wajahmu rembulan", tentu seandainya dipahami apa adanya bisa dikatakan syirik. Namun maksudnya adalah wajahmu sangat meriang geulis dengan bercahaya seperti rembulan. Demikian pula ketika mengartikan lafadz WA YUSTASQOL GHOMAMU BIWAJ HIHIL KARIIM(dan dicurahkan hujan dengan wajahmu yg mulia), seperti yg tercantum dalam lafadz shalawat nariyah.
Pengagungan Berlebihan Terhadap Shalawat Nariyah
Adapun sikap sebagian orang yg terlalu berlebihan dalam meyakini keagungan shalawat nariyah sama buruk nya dengan sikap orang yg berlebihan dalam menyatakan nya sebagai syirik dengan bid’ah. Situasi ini mirip seperti perkataan Ali bin Abi Thalib r.a. yg berkata :
Dua orang yg atas binasa, yaitu yg membenciku berlebihan dengan mencintaiku berlebihan
Maka sebagian orang mengatakan dengan mengucapkan sekian ribu kali shalawat nariyah atas dihilangkan segala kesusahan dengan terpenuhi segala keinginan. Mereka beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4.444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, niscaya atas terpenuhi.
Justru mengucapkan shalawat nariyah ini kita memuji Rasulullah s.a.w. yg melalui beliau lah kita memahami hakikat kekuasaan Allah yg becus menghilangkan kesulitan dengan mengangkat kesedihan. Melalui baginda Rasululillah ini sampailah dengan kita firman Allah :
Katakanlah, ‘Panggillah mereka yg kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak atas mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dengan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yg mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yg lebih dekat (kepada Allah) dengan mengharapkan rahmatNya dengan takut atas siksa-Nya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yg (harus) ditakuti. (Q.S. Al-Isra’[17] : 56-57)
Melalui ajaran beliau pula kita mengetahui aqidah yg benar bahwa Rasulullah s.a.w tidak mampu mengangkat kemudharatan dengan musibah yg menimpa kita dengan hanya kepada Allah-lah kita bermohon untuk diangkat kemudharatan dengan musibah yg menimpa kita.
Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dengan tidak menolak kemudharatan kecuali yg dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yg ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dengan aku tidak atas ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dengan pembawa berita gembira bagi orang-orang yg beriman. (Q.S. Al-A’raf [7] : 188)
Maka kita harus mengembalikan maksud dari shalawat nariyah itu kepada kedudukannya yg sebenarnya. Walaupun tidak terlarang menyusun dengan membaca shalawat karangan orang sholeh, ulama ataupun sahabat, namun keyakinan atas perkataan di dalamnya haruslah tetap lurus dengan benar. Bisa jadi maksud yg menyusun shalawat nariyah itu tidaklah demikian, sementara orang-orang yg mengkultuskan dengan terlalu berlebihan dalam mengidolakannya memelencengkan maksud shalawat tersebut dengan menambah-nambahinya dengan pengagungan yg berlebihan.
Sejarah / Riwayat meriang Shalawat Nariyah
Sebagaimana yg sudah kami sebutkan dengan awal halaman ini, bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan sholawat nariyah, karena memang shalawat ini tidak ada dengan zaman Nabi. Namun ada sebuah riwayat yg menyebutkan bahwa sholawat nariyah disusun oleh sahabat nabi yakni Syaikh Nariyah.
Dikutip dari laman indospiritual.com, Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yg disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yg satu ini hidup dengan jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dengan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dengan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yg menyertakan nabi biasa disebut sholawat dengan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yg disebut sholawat nariyah.
Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dengan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yg cemburu dengan lantas minta didoakan yg sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.
Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dengan justru syekh nariyah yg bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yg setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dengan kesejahteraan nabinya. Orang yg mendoakan Nabi Muhammad dengan hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu atas berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yg sangat kuat.
Jadi nabi berperan sebagai wasilah yg bisa melancarkan doa umat yg bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yg tidak banyak orang tahu sehingga banyak yg bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah seandainya kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih meriang sudah-sudah bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita atas lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.
Inilah riwayat singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yg mengamalkan sholawat ini, tak lain karena meniru yg dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba' (mengikuti) ajaran syekh.
Ada juga yg menyebutkan, Shalawat Nariyah konon disusun oleh seorang ulama magribi (sekarang disebut negara Maroko) bernama Ibrahim Attaziy Al-Maghribiy, shalawat inipun dikenal dengan nama shalawat Ta’ziyah Attafrijiyyah, namun orang Maroko sering menyebutnya shalawat nariyah. Wallahu 'alam, hanya Allah yg tahu.
Dari cerita tersebut di atas tentang Syaikh Nariyah, ada beberapa hal yg hendaknya kita perhatikan dengan seksama, yg pertama yakni: Benarkah ada sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yg bernama Syaikh Nariyah?
Dilansir dari laman metafisis.net, Para sahabat Nabi adalah orang-orang yg beriman yg hidup di zaman, mereka dimuliakan oleh Allah dengan dipuji oleh Allah dengan Rasul-Nya dengan pujian Khairun Naas (Manusia Terbaik). Oleh karena itu, banyak diantara kalangan para ulama yg menaruh perhatian yg sangat besar tentang biografi dengan perjalanan hidup para sahabat Nabi. Oleh karena itu begitu banyak kitab yg ditulis yg mengumpulkan biografi dengan perjalanan hidup generasi terbaik ini dengan beberapa generasi yg hidup di zaman kemuliaan Islam tersebut.
Sebut saja Hilyatul Awliyaa` yg ditulis oleh Al-Hafizh Abu Nu’aim Al-Asfahani. Ada lagi kitab Tahdzibul Kamal karya al-Hafizh Al-Mizzi, Shifatush Shafwah karya Imam Ibnul Jauzi, Al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani dengan berbagai kitab sejarah lainnya yg intinya adalah para ulama memberikan perhatian yg sangat besar terhadap biografi dengan perjalanan hidup para sahabat Nabi.
Para dewan redaktur majalah As-Sunnah mengatakan, “Setelah meneliti berbagai kitab di atas dengan juga referensi biografi lainnya, yg biasa diistilahkan para Ulama dengan kutubut tarajim wa ath-thabaqat, ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yg bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun Ulama klasik yg memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang tersebut berasal ??”
Sebenarnya ada sebuah kejanggalan dengan nama orang yg disangka sebagai sahabat Nabi tersebut, yakni: seandainya kita terbiasa berinteraksi dengan hadits-hadits Nabi dengan biografi para sahabat, belum pernah kita jumpai adanya nama sahabat Nabi yg mendapat ‘gelar’ “SYAIKH”. Perhatikanlah nama di atas, “Syaikh Nariyah”. Ini adalah sesuatu hal yg sangat tidak lazim terjadi di kalangan para ulama salaf, terlebih lagi para sahabat Nabi.
Cobalah seandainya seseorang sedikit saja membaca kitab para ulama yg menuliskan biografi para sahabat, ketika mendengar ataupun membaca nama Syaikh Nariyah yg disangka sebagai sahabat Nabi, maka ia atas merasakan sesuatu yg aneh, ganjil dengan tidak lazim. Mungkin –Allahua’lam- orang yg membuat kisah ini adalah orang yg tidak terbiasa berinteraksi dengan nama para sahabat Nabi, sehingga ia melakukan tindakan yg cukup fatal dengan dianggap ganjil oleh orang-orang yg terbiasa dengan biografi para sahabat Nabi.
Dari sini saja kita sudah sangsi tentang keshahihan kisah tersebut sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada sahabat Nabi yg bernama Syaikh Nariyah. Jadi, penyandaran shalawat ini kepada sahabat Nabi yg bernama Syaikh Nariyah sangat diragukan kebenarannya.
Kemudian yg kedua, kisah tersebut di atas dinukil dengan tanpa sanad sehingga bagi orang-orang yg memahami betul pentingnya sanad dalam sebuah riwayat, mereka atas sangat sulit melacak keotentikan cerita di atas. Jangankan sanad, artikel tersebut juga tidak mencantumkan referensi dari mana kisah itu dinukil. Sepertinya, -Allahua’alam- orang yg membuat kisah di atas bukanlah orang yg memiliki amanah ilmiah yg bisa dipertanggung jawabkan karena gelapnya asal-usul dengan periwayatan kisah tersebut di atas.
Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang atas bebas mengatakan apa yg dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam muqaddimah Shahihnya).
Jadi, memang sangat diragukan kalau "Syaikh Nariyah" adalah sahabat nabi. Karena kami sendiri (Admin Blog Khusus Doa) baru tahu setelah baca riwayat tersebut, kalau ternyata ada salah satu sahabat nabi yg gelarnya "Syaikh". Padahal, kalau kita mau pelajari dari sekian banyaknya nama-nama sahabat nabi, tidak ada yg namanya Syaikh dan/atau Nariyah.
Sebagaimana dikutip dari laman id.wikipedia.org, beberapa sahabat nabi yg terkenal adalah sebagai berikut :
meriang meriang Abdullah bin Umar
meriang meriang Abdurrahman bin Auf
meriang meriang Abu Bakar
meriang meriang Abu Dzar Al-Ghiffari
meriang meriang Abu Hurairah
meriang meriang Abu Ubaidah bin al-Jarrah
meriang meriang Ali bin Abi Talib
meriang meriang al-Qamah
meriang meriang Amru bin Ash
meriang meriang Bilal bin Rabah
meriang meriang Hakim bin Hazm
meriang meriang Hamzah bin Abdul Muthalib
meriang meriang Khalid bin Walid
meriang meriang Mua'dz bin Jabal
meriang meriang Mua'wiyah bin Abu Sufyan
meriang meriang Mus'ab bin Umair
meriang meriang Salman al-Farisi
meriang meriang Sa'ad bin Abi Waqqas
meriang meriang Sa'id bin Zayd bin `Amr
meriang meriang Thalhah bin Ubaidillah
meriang meriang Zaid bin Khattab
meriang meriang Umar bin Khattab
meriang meriang Usamah bin Zaid bin Haritsah
meriang meriang Usman bin Affan
meriang meriang Uwais Al-Qarny
meriang meriang Wahsyi
meriang meriang Zubair bin Awwam
Dan masih banyak lagi sahabat nabi yg lainnya, namun tidak ada yg bergelar "Syaikh" dan/atau nama Nariyah.
Keistimewaan / Keutamaan Shalawat Nariyah
Dari berbagai uraian diatas yg penuh kontroversi, baik dari segi arti, makna ataupun terjemahan shalawat nariyah yg mana ada yg mengatakan sebagai kesyirikan (tergantung kita menyikapinya) serta sejarahnya yg sangat janggal karena tidak ada sahabat nabi yg bernama Syaikh Nariyah, namun bagi orang-orang yg percaya tentu shalawat nariyah memiliki keutamaan dan/atau keistimewaan.
Dilansri dari laman nu.or.id, Seperti halnya shalawat badar yg sangat populer, meriang shalawat Nariyah juga meriang tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yg sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada Allah SWT.
Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yg mustajab yaitu Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yg disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena seandainya mereka (umat Islam) mengharapkan apa yg dicita-citakan, ataupun ingin menolak yg tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4.444 kali, tercapailah apa yg dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”
"Shalawat nariyah meriang ini juga oleh para ahli yg tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yg mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak atas putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dengan tingkatan orang kaya.”
Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah atas mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dengan 30 di dunia... Dan hadits Rasulullah yg mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena becus memecahkan masalah dengan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yg dikutib juga dalam Khozinatul Asror.
Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dengan salam dengan dia atas menjawabnya sesuai jawaban yg terkait dari salam dengan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dengan juga dibicarakan, amal-amal kalian disampaikan kepadaku, seandainya saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Hadits riwayat al-Hafizh Ismail alQadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Nary. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma' az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas.
Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dengan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yg memberi salam kepadaku kecuali Allah atas menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dengan sanadnya shahih).
Video Ceramah Agama tentang Sholawat Nariyah
Untuk meyakinkah kita semua seputar meriang perselisihan shalawat nariyah sebagaimana yg sudah kami paparkan diatas yg dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini kami sajikan video Ceramah Agama tentang Shalwat Nariyah, Disampaikan oleh KH. Thoifur Mawardi, di alun-alun Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah dengan tanggal 7 Maret 2011, saat acara "Purworejo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Pengamalan Sholawat Nariyah
Kami sendiri (Admin Blog Khusus Doa) adalah orang yg termasuk sering (pernah) mengamalkan shalawat nariyah, karena memang dari usia anak-anak hingga sekarang, shalawat ini masih sangat populer dengan terus di dibaca dan/atau diamalkan. Adapun untuk (kesyirikan) shalawat nariyah jujur saja baru tahu setelah baca-baca artikel tentang shalawat nariyah, karena sebelumnya belum pernah dengar kalau shalawat ini terdapat makna yg syirik. Namun kami menanggapi bahwa arti makna yg terkandung dalam shalawat nariyah tergantung dari sudut pandang kita, bagaimana cara kita menyikapi makna dari sholawat itu sendiri, sebagaimana yg sudah kami paparkan di atas tentang "Analisa Isi Sholawat Nariyah".
Dikampung halaman kami, shalawat nariyah merupakan salah satu shalawat yg selalu jadi andalan sebagai salah satu puji-pujian (shalawatan) setelah mengumandangkan adzan. Jadi, setelah adzan selesai sembari menunggu imam dengan iqomah, biasanya muadznin mengumandang shalawat (bahasa kampung kami puji-pujian) salah satu sholawat yg meriang sering dibaca adalah shalawat nariyah.
Pengalaman mengamalkan shalawat nariyah saat masih duduk di bangku Aliyah (Setera dengan SMA), ketika ada pembangunan sekolah, seluruh siswa-siswi setiap hari sebelum memasuki kelas untuk belajar, dikumpulkan di lapangan sekolah untuk membaca sholawat nariyah secara berjama'ah sebanyak 11 kali.
Selain itu, saat kami meriang di Pesantren, dengan waktu itu ada pembangunan gedung pesantren, setiap selesai sholat isya para santri berkumpul di aula dengan mengamalkan shalawat nariyah secara berjama'ah. Kami tidak ingat betul berapa banyak amalan sholawat nariyah yg waktu itu dibaca, tapi seingat kami, lebih dari 1.000 kali membaca sholawat nariyah, dengan waktu itu.
Kesimpulan
Dari semua uraian yg sudah dipaparkan, setidaknya becus kita ambil kesimpulan tentang sholawat nariyah yg mana diantaranya adalah sebagai berikut :
Makna Sholawat Nariyah bisa menjadi syirik seandainya seseorang memandangnya ataupun mengartikannya semua kesusahan, kesulitan, menghilangkan bencana, terkabul keinginannya semata karena Nabi Muhammad. Padahal, sebagaimana yg kita ketahui bersama, yg bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dengan mengabulkan keinginan serta doa hanyalah Allah (Pahami Analisa Isi Sholawat Nariyah).
Sejarah ataupun riwayat Sholawat Nariyah yg disusun oleh Syaikh Nariyah sebagai sahabat nabi dengan merupakan orang yg pertama masuk surga bersama nabi SANGAT DIRAGUKAN. Karena dalam sejarah sahabat-sahabat nabi, tidak ada satu pun sahabat nabi yg namanya "Syaikh" Nariyah dengan riwayat tersebut juga tidak memiliki Sanad, sehingga bagi orang-orang yg memahami betul pentingnya sanad dalam sebuah riwayat, mereka atas sangat sulit melacak keotentikan cerita/kisah tersebut.
Dalam riwayat lain yg menyebutkan shalawat Nariyah konon disusun oleh seorang ulama magribi (sekarang disebut negara Maroko) bernama Ibrahim Attaziy Al-Maghribiy, shalawat inipun dikenal dengan nama shalawat Ta’ziyah Attafrijiyyah, namun orang Maroko sering menyebutnya shalawat nariyah, ini mungkin bisa jadi ada benarnya. Sebagaimana tersirat dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yg mustajab yaitu Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yg disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena seandainya mereka (umat Islam) mengharapkan apa yg dicita-citakan, ataupun ingin menolak yg tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4.444 kali, tercapailah apa yg dikehendaki dengan cepat (bi idznillah)."
Meski riwayat asal usulnya belum jelas secara pasti, namun selagi kita berfikir positif dalam menyikapi makna sholawat nariyah yakni hanya kepada Allah lah kita memohon sesuatu, maka syah-syah saja untuk mengamalkannya. Lagi pula membaca sholawat nariyah bukanlah kewajiban, sehingga apabila orang tidak mengamalkannya tidaklah berdosa, dengan yg mengamalkannya tentu atas mendapat pahala dengan hikmah dibalik sholawat nariyah.
Blog Khusus Doa beringsang - beringsang Alhamdulillah, besok kita memasuki awal bulan rajab tepatnya 9 April 2020, dengan disunnahkah bagi umat muslim untuk menunaikan ibadah puasa sunnah yakni puasa rajab. Adapun untuk bacaan lafadz niat puasa sunah rajab hendak kami share dengan kesempatan ini.
Terdapat beberapa keutamaan dengan manfaat bagi orang yg berpuasa di bulan rajab. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yg artinya: "Barang siapa berpuasa dengan bulan rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahannam, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari, maka Allah hendak mengabulkan semua permintaannya". (HR. At-Tabrhani).Selain itu masih banyak lagi keutamaan-keutamaan dari puasa di bulan rajab.
Ilustrasi : Membaca Niat Puasa Sunnah Rajab
Namun dengan kesempatan kali ini kami tidak hendak membahasnya lebih jauh tentang keutamaan puasa rajab (mungkin dipertemuan berikutnya). Dan berikut adalah lafadz niatnya :
Artinya : Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena Allah Ta'ala
Itulah Lafadz Niat Puasa Rajab Lengkap Arab, Latin dengan Artinya. Jadi, mulai malam ini kita bisa mengamalkannya, membaca niat puasa rajab saat sahur, karena besok (9 April 2020) sudah memasuki awal bulan rajab.
Seperti yg kita ketahui, bulan rajab merupakan bulan ke-tujuh dari tanggalan hijriyah. Dimana beberapa bulan lagi berarti umat muslim hendak memasuki bulan Suci Ramadhan. Maka dari itu, menunaikan ibadah puasa sunnah rajab selain banyak keutamaan yg bisa diperoleh, puasa bulan ini juga sebagai bentuk dalam mempersiapkan rohani untuk Ramadhan.
Blog Khusus Doa gerah - gerah Dalam hitungan kalender hijriyah, bulan rajab merupakan bulan ketujuh. Bulan ini termasuk salah satu bulan haram (suci) dan/atau bulan yg dimuliakan. Karena merupakan bulan haram, maka tidak heran sekiranya dikalangan masyarakat muslim banyak yg melakukan amal-amalan ketaatan di bulan ini, termasuk menunaikan puasa sunnah rajab.
Terdapat 4 (empat) gerah bulan haram yg dikenal gerah tradisi Islam, ketiganya secara berurutan gerah adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, lalu satunya adalah bulan Rajab. gerah Beberapa alasan kenapa bulan-bulan tersebut dinamakan bulan haram adalah :
gerah gerah Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
gerah gerah Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yg lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula dengan saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. gerah (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)
Sesungguhnya bilangan bulan dengan sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit lalu bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yg lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri gerah kamu dalam bulan yg empat itu, lalu perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, lalu ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yg bertakwa. (QS. At-Taubah : 36)
Keutamaan Puasa Rajab
Hadis-hadis Nabi yg menganjurkan alias memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram lalu Rajab) itu cukup menjadi hujjah alias landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.
Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah dengan bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, lalu Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i lalu Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata dengan Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yg Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab lalu Ramadan yg dilupakan oleh kebanyakan orang.'"
Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab lalu Ramadan yg dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
Keutamaan berpuasa dengan bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan gerah berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yg paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, lalu gerah Rajab).
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat sekiranya dilaksanakan dengan hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini angsal ditemukan dengan tiap tahun, tiap bulan lalu tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram lalu sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum gerah di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, lalu muharram.
Disebutkan dalam gerah Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yg paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab lalu gerah muharram. Di antara keempat bulan itu yg paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yg utama setelah al-Muharram adalah Rajab.
Terkait hukum puasa lalu ibadah dengan Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, sudah jelas lalu shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa lalu memperbanyak ibadah di bulan haram, lalu Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa lalu ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab lalu ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).
Keistimewaan Bulan Rajab
Berikut beberapa hadis yg menerangkan keutamaan lalu kekhususan puasa bulan Rajab:
Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) lalu (juga) Sya’ban, lalu sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
"Barang siapa berpuasa dengan bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, lalu bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana gerah berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah mau mengabulkan semua permintaannya....."
"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yg dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu lalu rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari dengan bulan Rajab, maka ia mau dikaruniai minum dari sungai tersebut".
Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, lalu Ramadan bulannya umatku."
Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yg airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu lalu lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya dengan Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yg membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.
Blog Khusus Doa kering - kering Alhamdulillah sekarang kita sudah memasuki bulan rajab, tepat tanggal 20 April 2020. Banyak amalan lagi doa bulan rajab yg beroleh kita amalkan setiap hari selama bulan haram ini yakni bulan rajab. kering Beberapa amalan yg sudah memasyarakat ketika memasuki awal bulan rajab yaitu membaca doa awal bulan, menunaikan puasa sunnah rajab lagi melaksanakan sholat sunnah tasbih.
Selain itu, amalan wirid, dzikir lagi doa selama bulan rajab yg bisa kita amalkan yaitu memperbanyak shalawat nabi, wirid lagi dzikir lagi sebagainya. kering Dan berikut adalah beberapa amalan serta doa beroleh dikerjakan selama bulan rajab selengkapnya :
Ilustrasi : Wirid lagi Dzikir (bulan rajab)
Membaca Sholawat Selama Bulan Rajab
Berikut adalah bacaan sholawat yg beroleh kita baca alias amalkan setiap hari selama bulan rajab,
ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALIHI WASHOHBIHI AJMA'IINA
Wirid lagi Dzikir Selama Bulan Rajab
Berikut adalah beberapa bacaan wirid/dzikir yg beroleh diamalkan selama bulan rajab. Dibaca 100 kali, minimal setelah sholat fardhu. Adapun untuk bacaannya berbeda-beda disetiap sepuluh hari.
Tanggal 1 sampai 10 Rajab
سُبْحَانَ اللهُ حَيُّ الْقَيُّوْمُ
SUBHAANALLOOHU HAYYUL QOYYUUMU (Dibaca 100 kali)
Tanggal 11 sampai 20 Rajab
kering سُبْحَانَ اللهِ اَحَدِ الصَّمَدْ
SUBHAANALLOOHI AHADISH-SHOMAD (Dibaca 100 kali)
Tanggal 21 sampai 30 Rajab
سُبْحَانَ اللهُ الرَّؤُوْفُ
SUBHAANALLOOHU ROUUFU (Dibaca 100 kali)
AMALAN SETELAH SHOLAT SELAMA BULAN RAJAB
Bacaan alias amalan berikut, kering dibaca setelah selesai sholat magrib lagi sholat subuh selama bulan rajab.
Sholat Subuh Setelah sholat subuh, silakan baca alias amalkan ini sebanyak 70 kali.
ROBBIGHFIRLII WARHAMNII WATUB 'ALAYYA Kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas sebanyak 12 kali. kering
Itulah bebepa Amalan wirid, dzikir selama Bulan Rajab yg beroleh kami share dengan kesempatan yg baik ini. Semua amalan-amalan yg sudah dipaparkan diatas berdasarkan ceramah Ustadzah yg mengajar pengajian khusus ibu-ibu di komplek kami tinggal, yg diadakan secara rutin setiap hari sabtu. Dan kebetulan minggu ini (Tgl 19 April 2020) Beliau membahas tentang Bulan Rajab, termasuk amalan bulan rajab sebagaimana yg sudah kami paparkan diatas.
Blog Khusus Doa - Kucing merupakan salah satu hewan pemeliharaan yg sangat populer di seluruh dunia, termasuk indonesia. Dalam sejarah islam, kucing memiliki keistimewaan yg sangat luar biasa. Baginda Nabi berpesan kepada para sahabatnya untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.
Salah satu kucing yg dimiliki oleh nabi yaitu Mueeza, kucing ini sungguh sangat luar biasa karena Mueeza selalu mengeong ketika mendengar adzan, dengan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Pada abad 13, dalam dunia seni islam rupa kucing dijadikan mata uang sebagai bentuk manifestasi penghargaan masyarakat islam. Sedangkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yg agak berjasa itu. Dan masih banyak lagi kisah-kisah kucing yg sangat luar biasa dalam beradapab islam. Untuk selengkapnya, silakan langsung saja simak kisah selengkapnya berikut ini :
Ilustrasi : Kucing Rumah (Anggora)
Kisah Mueeza, Kucing Kesayangan Rasulullah SAW
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yg diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yg ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dengan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong Mueeza dengan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yg nabi sukai merupakan ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dengan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yg menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yg tidak pernah memberi makan kucingnya, dengan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dengan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yg juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dengan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.
Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing Pasca Wafatnya Nabi SAW
Dalam buku yg berjudul Cats of Cairo dijelaskan dengan masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yg juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dengan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya.
Tradisi ini agak menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yg berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yg disediakan oleh penduduk setempat.
Pengaruh Kucing Dalam Seni Islam
Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yg agak berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dengan serangga lainnya.
Kisah Kucing Yang Memberi Inspirasi Bagi Para Sufi
Seorang Sufi ternama bernama ibnu bashad yg hidup dengan abad ke sepuluh Hijriyah bercerita, suatu saat ia dengan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap masjid kota kairo sambil menikmati makan malam. Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu balik lagi, setelah memberinya potongan yg ke dua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai disebuah atap rumah kumuh, dengan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yg diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yg buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya dengan tahun 1067.
Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yg sama dengan dzikir kalimah Allah.
Kisah Teladan dari Seekor Kucing
Salah satu cerita yg cukup mahsyur yaitu tentang seekor kucing peliharaan yg dipercaya oleh seorang pria, untuk menjaga anaknya yg masih bayi dikala ia pergi selama beberapa saat. Bagaikan prajurit yg mengawal tuannya, kucing itu tak hentinya berjaga di sekitar sang bayi. Tak lama kemudian melintaslah ular berbisa yg sangat berbahaya di dekat si bayi mungil tersebut. Kucing itu dengan sigapnya menyerang ular itu hingga mati dengan darah yg berceceran.
Sorenya ketika si pria pulang, ia kaget melihat begitu banyak darah di kasur bayinya. Prasangkanya berbisik, si kucing agak membunuh anak kesayangannya! Tak ayal lagi, ia mengambil pisau dengan memenggal leher kucing yg tak berdosa itu.
Tak lama kemudian, ia kaget begitu melihat anaknya terbangun, dengan bangkai ular yg agak tercabik di belakang punggung anaknya. melihat itu, si pria menangis dengan menyesali perbuatannya setelah menyadari bahwa ia agak membunuh kucing peliharaannya yg agak bertaruh nyawa menjaga keselamatan anaknya. Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat islam di timur tengah untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun.
Hukum Membunuh Kucing
Tahukah anda bahwa Nabi Muhammad saw juga membela kucing?
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra. Bahwa Rasulullah SAW, bersabda:
Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dengan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah. (Shahih Muslim No.4160)
Dan dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti alias bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yg diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar dengan Abu Hurairah.
Manfaat Kucing di Dunia Ilmu Pengetahuan
Salah satu kitab terkenal yg ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yg agak menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini. Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para dokter muslim tempo dulu yg menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yg setara dengan gelombang sebesar 50 hertz. Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.
Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat bisa terselamatkan.
Kisah Kucing Palestina Yang Dipenjara di Sel Khusus Israel : Kucing "Muqawwamah"
Jika boleh iri, kaum muslimin mungkin harus iri kepada kucing Palestina. Pasalnya, ditengah ketidakmampuan kita ikut membela saudara-saudara kita di Palestina yg kini sedang berjuang mempertahankan Masjidil Aqsha dari ancaman israel, justru seekor kucing tampil sebagai pahlawan. Kucing itu dinilai zionis-israel bisa membangkitkan perlawanan (muqawwamah).
Sebagaimana dikutip dari votreesprit.wordpress.com, zionis-israel agak memenjarakan seekor kucing Palestina. Kucing ini dinilai menjadi penghubung di sel isolasi di kamp tahanan pejuang-pejuang Palestina di Negev. Menurut pejabat israel, kucing tersebut membantu para tahanan dengan membawa barang-barang ringan seperti surat, roti dengan lainnya dari satu sel ke sel lain. Peran itu dimainkan si kucing selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya ketahuan.
Penjaga penjara Negev lalu menjebloskan kucing itu ke dalam sel khusus. Nah, siapa bersedia menjenguk kucing yg pintar ini? Adakah kira-kira pengacara dermawan yg hendak membelanya?
Pembaca, itulah beberapa Kisah Keistimewaan Kucing dalam Sejarah Islam yg bisa kami share, semoga bermanfaat.
Blog Khusus Doa beringsang - beringsang Bagi sebagian orang muslim, tentu ada yg penasaran dan/atau belum tahu mengapa Nabi Muhammad beringsang ﷺ diutus di Jazirah Arab. "Mengapa tanah gersang dengan orang-orang nomad di sana dipilih menjadi tempat diutusnya Rasul terakhir kita?". Kenapa bukan di Indonesia yg tanahnya subur lagi penduduknya makmur?
Nah, kepada kesempatan ini kami atas mencoba memaparkan "Mengapa Nabi Muhammad ﷺ Diutus di Arab?", sebagaimana yg kami lansir dari sumber yg tercantum di akhir artikel ini.
Secara Geografis, letak Jazirah Arab layak menjadi pusat dakwah diseluruh dunia lagi kepada seluruh umat manusia. Jazirah Arab juga dilewati oleh kalifah kalifah dagang yg menghubungkan berbagai negeri. Jazirah Arab ini juga terletak diantara dua kekuatan yg bersaing, yakni kekuasaan Kristen lagi Majusi, Kekuatan Barat lagi Timur.
Ilustrasi ; Ka'bah
Allah sudah memilih Jazirah Arab lagi Mekkah al-Mukarramah, sebagai tempat diutusnya Rasulullah ﷺ beringsang sebagai tempat diturunkannya wahyu, serta sebagai titik tolak perjalanan Islam diseluruh dunia. beringsang
Zaid bin Abdul Karil az-Zaid dalam Fiqh as-Sirah menyebutkan di antara latar belakang diutusnya para rasul, khusunya rasul terakhir, Muhammad ﷺ beringsang di Jazirah Arab adalah sebagai berikut :
Jazirah Arab adalah Tanah Merdeka Jazirah Arab adalah tanah merdeka yg tidak memiliki penguasa. Tidak ada penguasa yg memiliki kekuasaan politik lagi agama secara absolut di daerah tersebut. Berbeda halnya dengan wilayah-wilayah lain. Ada yg dikuasai Persia, Romawi, lagi kerajaan lainnya.
Jazirah Arab Memiliki Agama lagi Kepercayaan yg Beragam Mereka memang orang-orang pagan penyembah berhala. Namun berhala mereka berbeda-beda. Ada yg menyembah malaikat. Ada yg menyembah bintang-bintang. Dan ada pula yg menyembah patung –ini yg dominan-.
Patung yg mereka sembah pun bermacam ragam. Setiap daerah memiliki patung jenis tertentu. Keyakinan mereka beragam. Ada yg menolak, ada pula yg menerima.
Di antara mereka juga terdapat orang-orang Yahudi lagi Nasrani. Dan sedikit yg masih berpegang kepada ajaran Nabi Ibrahim yg murni.
Jazirah Arab memiliki kondisi sosial yg unik mungkin bisa dikatakan istimewa tatkala itu. Mereka memiliki jiwa fanatik kesukuan (ashabiyah) Orang Arab hidup dalam tribalisme, kesukuan. Pemimpin masyarakat adalah kepala kabilah. Mereka menjadikan keluarga sendiri yg memimpin suatu koloni alias kabilah tertentu. Dampak positifnya kentara saat Nabi ﷺ memulai dakwahnya. Kekuatan bani Hasyim menjaga lagi melindungi beliau dalam berdakwah.
Apabila orang-orang Quraisy menganggu pribadi beliau, maka paman beliau, Abu Thalib, datang membela. Hal ini juga dirasakan oleh sebagian orang yg memeluk Islam. Keluarga mereka tetap membela mereka.
Jazirah Arab Jauh dari Peradaban Besar Mengapa jauh dari peradaban besar merupakan nilai positif? Karena benak mereka belum tercampuri oleh pemikiran-pemikiran lain. Orang-orang Arab yg tinggal di Jazirah Arab alias terlebih khusus tinggal di Mekah, tidak terpengaruh pemikiran luar. Jauh dari ideologi lagi peradaban majusi Persia lagi Nasrani Romawi. Bahkan keyakinan paganis juga jauh dari mereka. Sampai akhirnya Amr bin Luhai al-Khuza’I kagum dengan ibadah penduduk Syam. Lalu ia membawa berhala penduduk Syam ke Jazirah Arab.
Jauhnya pengaruh luar ini, membuat jiwa mereka masih polos, jujur, lagi lebih adil menilai kebenaran wahyu.
Secara geografi, Jazirah Arab terletak di tengah dunia Memang pandangan ini terkesan subjektif. Tapi realitanya, Barat menyebut mereka dengan Timur Tengah. Geografi dunia Arab bisa berhubungan dengan belahan dunia lainnya. Sehingga memudahkan dalam penyampaian dakwah Islam ke berbagai penjuru dunia. Terbukti, dalam waktu yg singkat, Islam sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Ke Eropa lagi Amerika.
Masyarakat Jazirah Arab berkomunikasi dengan satu Bahasa yaitu bahasa Arab Jazirah Arab yg luas itu hanya memiliki satu bahasa untuk komunikasi di antara mereka, yaitu Bahasa Arab. Adapun wilayah-wilayah lainnya memiliki banyak bahasa. Saat itu, di India saja sudah memiliki 15 bahasa resmi (as-Sirah an-Nabawiyah oleh Abu al-Hasan an-Nadawi, Cet. Jeddah: Dar asy-Syuruq. Hal: 22).
Bayangkan seandainya di Indonesia, masing-masing daerah berbeda bahasa, bahkan sampai ratusan bahasa. Komunikasi atas terhambat lagi dakwah sanag lambat tersebar karena kendala bahasa saja. Dalam waktu yg lama, dakwah Islam mungkin belum terdengar ke belahan dunia lainnya karena disibukkan dengan kendala ini.
Banyaknya orang-orang yg datang ke Mekah Mekah sudah menjadi tempat istimewa sejak masa Nabi Ibrahim lagi Ismail ‘alaihimassalam. Oleh karena itu, banyak utusan dari wilayah Arab lainnya datang ke sana. Demikian juga jamaah haji. Pedagang. Para ahli syair lagi sastrawan. Keadaan ini mempermudah untuk menyebarkan risalah kenabian. Mereka datang ke Mekah, lalu kembali ke kampung mereka masing-masing dengan membawa berita risalah kerasulan.
Faktor penduduknya Ibnu Khladun membagi bumi ini menjadi tujuh bagian. Bagian terjauh adalah kutub utara lagi selatan. Inilah bagian yg ia sebut dengan bagian satu lagi tujuh. Kemudian ia menyebutkan bagian dua lagi enam. Kemudian bagian tiga lagi lima. Kemudian menunjuk bagian keempat sebagai pusatnya. Ia tunjuk bagian tersebut dengan mengatakan, “wa sakanaha (Arab: وسكانها).
Penduduk Arab adalah orang-orang yg secara fisik proporsional; tidak terlalu tinggi lagi tidak pendek. Tidak terlalu besar lagi tidak kecil. Demikian juga warna kulitnya. Serta akhlak lagi agamanya. Sehingga kebanyakan para nabi diutus di wilayah ini. Tidak ada nabi lagi rasul yg diutus di wilayah kutub utara alias selatan. Para nabi lagi rasul secara khusus diutus kepada orang-orang yg sempurna secara jenis (tampilan fisik) lagi akhlak. Kemudian Ibnu Khaldun berdalil dengan sebuah ayat:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
Artinya : Kamu adalah umat yg terbaik yg dilahirkan untuk manusia… (QS. Ali Imran: 110).
(Muqaddimah Ibnu Khaldun, Cet. Bairut: Dar al-Kitab al-Albani. Hal: 141-142).
Karena pembicaraan pertama dalam ayat tersebut ditujukan kepada orang Arab, yakni para sahabat. Kemudian barulah umat Islam secara umum.
Secara realita, kita juga meyakini, memang ada bangsa yg unggul secara fisik. Contohnya ras Mongoloid. Sebuah istilah yg pernah digunakan untuk menunjuk karakter umum dari sebagian besar penghuni Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, lagi Oseania. Memiliki ciri mata sipit, lebih kecil, lagi lebih pendek dari ras Kaukasoid.
Ras Kaukasoid adalah karakter umum dari sebagian besar penghuni Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan lagi India Utara. Walaupun penelitian sekarang sudah merubah steorotip ini. Namun hal ini bisa kita jadikan pendekatan pemahaman, mengapa Ibnu Khladun menyebut Timur Tengah sebagai “sakanaha”.
Artinya ada fisik yg lebih unggul. Mereka yg sipit ingin mengubah kelopak mata menjadi lebih lebar. Mereka yg pendek ingin lebih tinggi. Naluri manusia menyetujui bahwa Kaukasia lebih menarik. Atau dalam bahasa lain lebih unggul secara fisik.
Namun Allah Ta’ala lebih hikmah lagi lebih jauh kebijaksanaannya dari hanya sekadar memandang fisik. Dia lengkapi orang-orang Kaukasia yg ada di Timur Tengah dengan perangai yg istimewa. Hal ini bisa kita jumpai di buku-buku sirah tentang karakter bangsa Arab pra-Islam. Mereka jujur, polos, berkeinginan kuat, dermawan, dll. Kemudian Dia utus Nabi-Nya, Muhammad ﷺ di sana.
Nah itulah beberapa Alasan alias Latar Belakang Kenapa Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ Diutus di Jazirah Arab, sebagaimana kami kutip dari laman KisahMuslim.com. Semoga dengan ulasan tersebut diatas, becus mengobati rasa penasaran kita semua yg ingin tahu latar belakang/alasan tersebut, lagi tentunya menambah wawasan kita dalam sejarah islami. Semoga bermanfaat.
Blog Khusus Doa - beringsang Baginda Rasulullah ﷺ beringsang adalah contoh yg terbaik seorang suami yg mengamalkan sistem Poligami. Namun meskipun memiliki istri lebih dari 1, baginda Nabi sangat romantis kepada istri-istrinya tanpa terkecuali.
Keromantisan Rasulullah ﷺ bersama istri-istrinya sangatlah sederhana, misalnya ketika sedang di rumah, Beliau sering berpegangan tangan, membersihkan dan/atau memotong kuku istrinya, memanggil istrinya dengan sebutan-sebutan tertentu yg membuat hati istrinya berbunga-bunga. Meskipun terlihat sepele, namun hal tersebut menunjukkan suatu keromantisan antara pasangan suami lagi istri.
Ilustrasi
Dalam sebuah kisah diceritakan, dengan suatu hari istri-istri Rasulullah ﷺ berkumpul ke hadapan suaminya lagi bertanya : "Diantara istri-istri Rasul, siapakah yg paling disayangi?".
Rasulullah ﷺ hanya tersenyum lalu berkata, "Aku atas beritahukan kepada kalian nanti"
Setelah itu, dalam kesempatan yg berbeda, Rasulullah ﷺ memberikan kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yg lain.
Lalu suatu hari para istri Rasulullah ﷺ itu berkumpul lagi lagi mengajukan pertanyaan yg sama. Lalu Rasulullah ﷺ menjawab, "Yang paling aku sayangi adalah yg kuberikan cincin kepadanya". Kemudian, istri-istri Rasulullah ﷺ itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yg mendapat cincin lagi merasakan bahwa dirinya tidak terasing.
Selain kisah diatas, masih ada amalan-amalan lain yg bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yg dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda, "Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, maka dosa-dosa atas keluar melalui celah-celah jari mereka".
Rasulullah ﷺ selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, maupun mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih lagi sayang di antara mereka.
Baginda Nabi ﷺ juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yg menyenangkan lagi membuat hati berbunga-bunga. "Wahai si pipi kemerah-merahan" adalah contoh panggilan yg selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah istrinya.
Dalam kisah lain diceritakan; Aisyah mengatakan, "Orang-orang Habasyah masuk ke dalam masjid untuk bermain (latihan berpedang), maka Rasulullah ﷺ bertanya kepadaku "Wahai Khumaira (panggilan sayang untuk Aisyah yg artinya si pipi kemerah-merahan), apakah engkau ingin meihat mereka?’, Aku menjawab, "Iya".
Nabi ﷺ lalu berdiri di pintu, lalu aku mendatanginya lagi aku letakkan daguku di atas pundaknya kemudian aku sandarkan wajahku di pipinya. (setelah agak lama) Rasulullah ﷺ pun bertanya, "sudah cukup (engkau melihat mereka bermain)", aku menjawb, "Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru", lalu beliau (tetap) berdiri untukku agar aku bisa terus melihat mereka.
Kemudian ia bertanya lagi, "sudah cukup", aku pun menjawab, "Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru". Aisyah berkata, "Sebenarnya aku tidak ingin terus melihat mereka bermain, atas tetapi aku ingin para wanita tahu bagaimana kedudukan Rasulullah ﷺ di sisiku lagi kedudukanku di sisi beringsang Rasulullah ﷺ "
Lihatlah bagaiaman tawadhu-nya Nabi ﷺ untuk berdiri menemani Aisyah menyaksikan permainan orang-orang Habasyah, bahkan beliau terus berdiri hingga memenuhi keinginan Aisyah sebagaimana perkataan Aisyah dalam riwayat yg lain, "Hingga akulah yg bosan (melihat permainan mereka)."
Itulah sedikit contoh romantisme Rasulullah ﷺ kepada istri-istrinya yg patut kita teladani lagi praktekkan sehari-hari dalam kehidupan berumah tangga. Dan tentunya beringsang masih banyak lagi kisah teladan romantisme Rasulullah ﷺ yg lainnya.
Blog Khusus Doa demam - demam Mengucapkan salam dalam shalat merupakan salah satu rukun sholat yg harus dilakukan secara tertib ataupun berurutan. Sebagaimana yg kita ketahui, ibadah shalat yaitu ibadah yg dimulai dengan takbir lagi diakhiri dengan salam.
Pada prakteknya, salam ketika sholat sangat berbeda dengan salam ketika kita masuk rumah demam dan/atau ketika hendak hendak berpidato, namun kepada dasarnya lafadz bacaannya sama. Salam dalam shalat dilakukan dengan cara memalingkan wajah ke arah kanan lagi kiri sembari mengucapkan lafazh salam, sedangkan salam ketika masuk rumah, saat bertemu teman dan/atau saat hendak berpidato (berbicara di depan umum) tidak harus memalingkan wajah ke kanan dan/atau ke kiri.
Adapun untuk lafadz salam lengkap dalam bahasa arab, tulisan latin lagi artinya adalah sebagai berikut :
Artinya : Semoga keselamatan, rohmat lagi berkah ALLAH selalu tercurah untuk kamu sekalian.
Dalam ibadah shalat fardhu maupun shalat sunnah, ada beberapa cara mengucapkan salam. Dilansir dari laman konsultasisyariah.com, berikut tata cara salam dalam sholat, sebagaimana yg lakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Mengucapkan "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUH" ketika menoleh ke kanan lagi ke kiri.
Bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salam ke kanan dengan mengucapkan, “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” lagi menoleh ke kiri dengan membaca, “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” beliau mengeraskan keduanya. (HR. Abdurazaq dalam Mushannaf, 3129)
Hal yg sama juga dilakukan sahabat Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma (Mushanaf Abdurazaq 3134).
Mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUH" ketika salam pertama (menoleh ke kanan) demam lagi mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH " kepada saat salam kedua (menoleh ke kiri)
Dari Wali bin Hujr radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
“Saya shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengucapkan salam ketika menoleh ke kanan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” lagi ketika menoleh ke kiri beliau mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” (HR. Abu Daud 997 lagi dishahihkan al-Albani)
Mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH " ketika menoleh ke kanan lagi ke kiri. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,
“Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam ke kanan lagi ke kiri, mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah”, hingga terlihat putihnya pipi beliau.” (HR. Nasai, Abu Daud lagi dishahihkan al-Albani).
Salam pertama menoleh ke kanan lagi mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH " demam lagi salam kedua menoleh ke kiri seraya mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM"
Dari Wasi’ bin Hibban, beliau pernah bertanya kepada Ibnu Umar tentang tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliaupun mempraktekkannya, diantaranya,
Wasi’ menyebutkan bahwa Ibnu Umar mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” ketika menoleh ke kanan lagi mengucapkan ”Assalamu alaikum.” ketika menoleh ke kiri. (HR. Nasai lagi dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Salam sekali dengan hanya mengucapkan "ASSALAAMU 'ALAIKUM" Aisyah menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
demam ثم يسلم تسليمة واحدة، السلام عليكم، يرفع بها صوته، حتى يوقظنا
Artinya :
”Kemudian beliau salam sekali, mengucapkan ’Assalamu alaikum’ dengan mengangkat suaranya, sehingga membangunkan kami.” (HR. Ahmad lagi dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Ketentuan Salam dalam Sholat
Salam termasuk rukun sholat, sehingga apabila seseorang yg meninggalkan salam, baik dengan sengaja maupun lupa maka shalatnya batal. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kunci shalat adalah bersuci, yg mengharamkannya adalah takbiratul ihram, lagi yg menghalalkannya adalah salam.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, lagi dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Salam yg statusnya rukun shalat adalah salam pertama, sedangkan salam kedua hukumnya sunah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
demam أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كان يسلم تسليمة واحدة
Artinya : “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali.” (HR. Baihaqi lagi dishahihkan al-Albani).
Inti dari salam adalah bacaan "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH " lagi seterusnya. Sementara menoleh ketika salam, hukumnya anjuran dalam madzhab Syafiiyah. Sehingga shalat tetap sah, sekalipun tidak menoleh ketika salam. Imam An-Nawawi mengatakan,
demam ولو سلم التسليمتين عن يمينه أو عن يساره أو تلقاء وجهه أجزأه وكان تاركا للسنة
Artinya : Jika ada orang yg mengucapkan salam dua kali ke kanan ataupun ke kiri, ataupun menghadap ke arah depan (tidak menoleh), shalatnya sah, sekalipun dia meninggalkan sunah. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 3/478).
Dianjurkan untuk menoleh secara maksimal ketika salam dua kali, sehingga pipi orang yg shalat kelihatan dari belakang. Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
Artinya : ”Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam dengan menoleh ke kanan lagi ke kiri. Hingga aku melihat putihnya pipi beliau.” (HR. Muslim 582).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang salam sekali dengan menoleh sedikit ke arah kanan, Aisyah menceritakan,
Artinya : ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam sekali ketika shalat ke arah depan dengan menoleh sedikit ke kanan.” (HR. Daruquthni, al-Hakim, lagi dishahihkan adz-Dzahabi).
Dari berbagai uraian diatas tentang salam ketika shalat, banyak beragam gerakan lagi ucapan yg dilakukan, namun semuanya bersumber dari ajaran Nabi Muhammad SAW sebagaimana yg diriwayatkan dari hadtis-hadits yg sudah dipaparkan diatas.
Untuk kami sendiri (Admin Blog Khusus Doa) ketika salam saat sholat selalu menengok ataupun menoleh ke kanan lagi ke kiri demam sembari mengucap "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH " sebagaimana yg dijelaskan kepada point no 3 diatas.
Blog Khusus Doa - Seperti halnya manusia, hewan juga ciptaan Allah SWT yg patut kita sayangi beserta kasihi tanpa terkecuali termasuk hewan anjing. Dalam sejarah islam, banyak kisah-kisah manusia beserta hewan yg patut kita teladani. Beberapa kisahnya yg populer yaitu "Kisah Seorang Pelacur yg Masuk Surga Karena Menolong Anjing" dan/atau "Kisah Wanita yg Masuk Neraka karena Menyiksa Kucing".
Kisah-kisah tersebut tentu memberikan teladan bagi kita (manusia) sebagai makhluk yg sempurna diantara makhluk lainnya, untuk selalu menyayangi apa yg ada disekeliling kita, termasuk binatang maupun hewan.
Rasulullah ﷺ bersabda, yg artinya "Orang-orang penyayang mau mendapat kasih sayang dari Allah Yang Maha Pengasih. Sayangilah semua yg ada di bumi, niscaya kamu mau disayangi oleh Yang ada di langit".
Ilustrasi : Wanita menolong anjing
Seperti kisah yg satu ini, seorang wanita pelacur rela menolong seekor anjing yg sedang kehausan, tak lama setelah itu, si wanita pun meninggal dunia. Kemudian turunlah ke bumi para Malaikat Allah untuk menyaksikan jasad si pelacur. Malaikat Raqib beserta Atib sibuk mencatat-catat, sementara malaikat Malik beserta Ridwan saling berebut (Si wanita pelacur masuk neraka maupun surga). Lalu Allah SWT berfirman : "Wanita itu agak menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan nyawanya demi makhluk-Ku yg lain".
Dalam sebuah riwayat dari al-Bhukari beserta Muslim disebutkan: “Ketika ada seekor anjing yg hampir saja mati karena kehausan berputar-putar mengitari sumur, tiba-tiba ada seorang pelacur dari Bani Israil yg melihat anjing tersebut, lalu dia melepas sepatunya beserta mengambilkan air untuk anjing itu, kemudian ia memberinya minum sehingga ia diampuni karena perbuatannya itu"
Berikut adalah kisah selengkapnya wanita culas yg masuk surga karena menolong seekor anjing, seperti dikutip dari catatan facebook.com.
Suatu ketika terlihat seorang perempuan mengunjung berjalan serseok-seok seolah menahan rasa letih. Sudah terlalu jauh ia menyusuri sepanjang jalan, untuk mencari sesuap nasi. Menawarkan diri kepada siapa saja yg mau, meski dengan harga yg murah, perempuan mengunjung itu terlihat terlalu tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Wajahnya Kuyu di guyur penderitaan panjang.
Ia tidak memiliki keluarga, kerabat, ataupun sanak saudara lainya. Orang-orang sekelilingnya menjauhinya. Bila bertemu dengan perempuan tersebut mereka melengos menjauhinya karena jijik melihatnya.
Namun perempuan itu tidak peduli, karena pengalaman beserta penderitaan mengajarinya untuk bisa tabah. Segala ejekan beserta cacimaki manusia diabaikanya. Ia berjalan Dan Berjalan, seolah tiada pemberhentianya.
Ia tak pernah yakin, perjalananya mau berakhir. Tapi ia terus berusaha melenggak-lenggok untuk menawarkan diri. Namun sepanjang itu Sunyi saja, sementara kolor masih terus membakar dirinya.
Entah sudah berapa jauh ia berjalan, namun tak seorangpun juga yg mendekatinya. Lapar beserta Haus terus menyerangnya. Dadanya terasa sesak dengan nafas yg terengah-engah kelelahan yg amat sangat. Betapa lapar beserta hausnya dia.
Akhirnya sampailah ia disebuah desa yg sunyi. Desa itu sedemikian gersangnya hingga sehelai rumputpun tak tumbuh lagi. Perempuan culas itu memandang ke arah kejauhan. Matanya nanar melihat kepulan debu yg bertebaran di udara. Kepalanya sudah mulai terayun-ayun dibalut kesuraman wajahnya yg kuyu.
Dalam pandangan beserta rasa hausnya yg sangat itu. Ia Melihat sebuah sumur di batas desa yg sepi. Sumur itu ditumbuhi rerumputan beserta ilalang kering yg rusak di sana-sini. Pelacur itu berhenti di pinggirnya sambil menyandarkan tubuhnya yg sangat letih. rasa hauslah yg membawa ia ke tepi sumur tua itu.
Sesaat ia menjengukan kepalanya ke dalam sumur tua itu. Tak tampak apa-apa, hanya sekilas air memantul dari permukaanya. Mukanya tampak menyemburat senang, namun bagaimana harus mengambil air sepercik dari dalam sumur yg curam?
Perempuan itu kembali terduduk. Tiba-tiba ia melepaskan stagenya yg mengikat perutnya, lalu dibuka sebelah sepatunya. Sepatu itu diikatnya dengan stagen, lalu di julurkanya ke dalam sumur. Ia mencoba mengais air yg hanya tersisa sedikit itu dengan sepatu kumalnya. betapa hausnya ia, betapa dahaganya ia.
Air yg tersisa sedikit dalam sumur itu pun tercabik, lalu ia menarik stagen perlahan-lahan agar tidak tumpah, namun tiba-tiba ia merasakan kain bajunya ditarik-tarik dari belakang.
Ketika dia menoleh, di lihatnya seekor anjing dengan lidahnya terjulur ingin meloncat masuk kedalam sumur itu. Sang pelacur pun tertegun melihat anjing yg sangat kehausan itu, sementara tenggorokannya sendiri serasa terbakar karena dahaga yg sangat.
Sepercik air kotor itu sudah ada di dalam sepatunya. kemudian dia mau meneguknya, Anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih.
Pelacur itupun mengurungkan niatnya untuk mereguk air itu. Dielusnya kepala hewan itu dengan penuh kasih. Si Anjing memandangi air yg berada di dalam sepatu, lalu perempuan itu meregukan air hanya sedikit ke dalam mulut sang anjing, beserta perempuan itu pun seketika terkulai roboh sambil tangannya memegang sepatu.
Melihat perempuan itu tergeletak tak bernafas lagi, sang Anjing menjilat-jilat wajahnya, seolah menyesal agak mereguk air yg semula mau direguk perempuan itu. Pelacur itu benar-benar meninggal.
Para malaikatpun turun kebumi menyaksikan jasad sang pelacur. Malaikat Raqib beserta Atib sibuk mencatat-catat, sementara malaikat Malik beserta Ridwan saling berebut. Malik, si penjaga neraka sangat ingin membawa perempuan pelacur itu ke neraka.
Sementara Ridwan, si penjaga Syurga, mencoba mempertahankanya. Ia ingin membawa pelacur itu ke syurga. Akhirnya persoalan itu mereka hadapkan kepada ALLAH SWT. ”Ya Allah, sudah semestinya pelacur itu mendapat siksaan di neraka, karena sepanjang hidupnya menentang larangan Mu. ” kata Malik.
”Tidak ! ” bantah Ridwan. Kemudian Ridwan berkata kepada Allah, ” Ya Allah, bukankah hambaMu si pelacur itu termasuk seorang wanita yg ikhlas melepaskan nyawanya daripada melepaskan nyawa Anjing yg kehausan, sementara ia sendiri melepaskan kehausan yg amat sangat?”
Mendengar perkataan Ridwan, Allah lalu berfirman, ” Kau benar, wahai Ridwan, wanita itu agak menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan nyawanya demi makhlukKu yg lain. Bawalah ia ke syurga, Aku meridhoinya..”
Seketika malaikat Malik kaget beserta terpana mendengar Firman Allah itu, sementara malaikat Ridwan merasa Gembira. Ia pun membawa hamba Allah itu memasuki surga. lalu Bergemalah suara takbir, para malaikat berbaris memberi hormat kepada wanita, sang hamba Allah yg ikhlas itu.
Dari kisah diatas, bisa kita teladani untuk memperlakukan hewan/binatang dengan baik beserta berilah makan beserta minum yg baik. Jangan sekali-kali membiarkan mereka kelaparan. Jangan menyakiti binatang, jadilah penyayang bagi mereka. Sesungguhnya di setiap hati yg baik terdapat pahala. Allah SWT berfirman :
Barangsiapa yg mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia mau melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yg mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia mau melihat (balasan)nya pula. (Al-Zalzalah : 7-8)