Showing posts with label Gema Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Gema Ramadhan. Show all posts

Sunday, December 22, 2019

Keutamaan Bulan Ramadhan - Contoh Khotbah Jum'at Singkat

Blog Khusus Doa kemarau - kemarau kemarau Assalamu'alaikum, salam sejahtera. Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT. Pada pertemuan ini kami atas berbagi seputar Keutamaan Bulan Suci Ramadhan, yg mana artikel ini juga sekaligus bisa dijadikan sebagai referensi dalam khutbah jum'at minggu ini.

Kami yakin para pembaca sudah mengetahui sedikit banyak tentang Keutamaan bersama Hikmah Bulan Puasa Ramadhan, namun tidak bisa dipungkiri juga masih banyak saudara-saudara kita yg belum mengetahuinya dan/atau ingin mengetahui lebih jauh lagi, apa saja keutamaan-keutamaan yg terdapat dalam bulan suci ramadhan. Maka dari itu, lewat artikel ini kami atas mengulasnya secara singkat bersama Insya Allah kemarau sepele untuk di pahami, bersama sekaligus bisa Anda jadikan bahan referensi khutbah jum'at. Dan berikut adalah ulasan selengkapnya sebagaimana kami kutip dari laman Khotbahjum'at.com kemarau

 Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT Keutamaan Bulan Ramadhan - Contoh Khotbah Jum'at Singkat

Khutbah Jum'at Singkat - Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

kemarau اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ذِيْ الفَضْلِ وَالْإِنْعَامِ، فَضَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ عَلَى غَيْرِهِ مِنْ شُهُوْرِ العَامِ، خَصَّهُ بِمَزِيْدِ مِنَ الفَضْلِ وَالكَرَمِ وَالْإِنْعَامِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي رُبُوْبِيَتِهِ وَإِلَهِيَتِهِ وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ (تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ)، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَصَامَ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ البَرَرَةِ الكِرَامِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah,
Bertakwalah kepada Allah Ta’ala, bersyukurlah kepada-Nya karena Ramadhan atas segera tiba. Mohonlah pertolongan kepada-Nya agar menolong kita dalam mengisi bulan Ramadhan dengan kebaikan bersama ketaatan. Karena Ramadhan adalah saat-saat yg agung bersama hadiah dari Allah dengan keutamaan dari-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

kemarau شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمْ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمْ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمْ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya :
“(Beberapa hari yg ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yg di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia bersama penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu bersama pembeda (antara yg hak bersama yg bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa dengan bulan itu, bersama barangsiapa sakit ataupun dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yg ditinggalkannya itu, dengan hari-hari yg lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, bersama tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya bersama hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yg diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Bulan ini (Bulan Suci Ramadhan) adalah kebaikan seluruhnya; siang harinya, malam harinya, detik demi detiknya, semuanya adalah kebaikan. Akan tetapi bagaimana dengan keadaan kita, dengan persiapan apa kita menghadapi bulan ini? Dengan apa kita lewati detik demi detiknya yg penuh keberkahan?

Bulan ini adalah bulan yg agung. Masalahnya adalah ada dengan diri kita. Karena itu, marilah kita kenali bulan ini bersama kitasambut dengan kegembiraan bersama suka cita. Dahulu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam member kabar gembira kepada sahabat-sahabat beliau dengan kedatangan bulan Ramadhan. Beliau bersabda,

kemarau أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ مُبَارَكٌ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا
Artinya :
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya agak menaungi kalian bulan agung yg penuh keberkahan. Allah mewajibkan puasa di dalamnya bersama menganjurkan untuk shalat di malam harinya.”

Beliau, Rasulullah SAW menyebutkan banyak keutamaannya. Beberapa diantara keutamaan bulan ramadhan adalah :

Pertama: Allah menurunkan Alquran, lebih tepatnya permulaan turunnya Alquran terjadi dengan bulan ini. Yaitu dengan malam lailatul qadr. Allah SWT berfirman :

kemarau إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya :
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Alquran) di malam al-qadr.” (QS. Al-Qadr: 1)

Allah SWT juga berfirman:
kemarau إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
Artinya :
“Sesungguhnya Kami menurunkannya dengan suatu malam yg diberkahi bersama sesungguhnya Kami-lah yg memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan: 3)

Alquran pertama kali turun kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan bulan Ramadhan. Kemudian turun kepada beliau dengan masa-masa berikutnya sesuai dengan keadaan, sampai Allah menyempurnakan syariatnya dengan ayat:

kemarau الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمْ الإِسْلامَ دِيناً
Artinya :
Pada hari ini agak Kusempurnakan untuk kamu agamamu, bersama agak Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, bersama agak Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan bulan ini dengan banyak-banyak membaca Alquran, lebih banyak dari bulan lainnya. Demikian juga para sahabat bersama umat Islam setelah mereka sangat banyak membaca Alquran di bulan ini. Bulan ini adalah bulan Alquran. Bulan berpuasa. Allah menjadikan puasa sebagai kewajiban bersama termasuk di antara rukun Islam.

kemarau مَنْ شَهِدَ مِنْكُمْ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
Artinya :
“Barangsiapa di antara kalian yg menyaksikan bulan Ramadhan, maka berpuasalah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang bangunan Islam.

kemarau بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ البَيْتِ
Artinya :
“Agama Islam dibangun di atas lima hal: Persaksian bahwasanya tidak ada sesembahan yg benar kecuali Allah bersama bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, serta haji ke Baitullah.”

Wajib bagi setiap muslim yg mukim (tidak safar) untuk berpuasa dari awal hingga akhir bulan ini. Adapun orang terhalangi dari melaksanakan puasa seperti orang yg bersafar ataupun sakit, maka mereka wajib menggantinya di hari yg lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mensyariatkan kepada kita untuk melaksanakan shalat di malam hari Ramadhan ataupun yg kita kenal dengan shalat tarawih. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

kemarau مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya :
“Barangsiapa yg beribadah dengan malam hari bulan Ramadhan karena iman bersama mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yg agak lalu”. (HR. Bukhari bersama Muslim)

Lalu beliau bersabda,
kemarau إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
Artinya :
“Siapa yg shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”

Terdapat keutamaan yg sangat besar dalam shalat malam di bulan Ramadhan, yaitu Allah hapuskan dosa-dosa. Siapa yg shalat di malam hari Ramadhan dengan keimanan, berharap pahala, bersama meyakini keutamaannya, maka Allah atas mengampuni dosanya yg agak lalu. Maksud dosa di sini adalah dosa-dosa kecil. Sedangkan dosa-dosa besar diampuni dengan bertaubat. Allah Ta’ala berfirman,

kemarau إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
Artinya :
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yg dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yg kecil) bersama Kami masukkan kamu ke tempat yg mulia (surga).” (QS. An-Nisa: 31).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

kemarau الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
Artinya :
“Shalat lima waktu, shalat Jumat ke Jumat, berpuasa Ramadhan ke Ramadhan lainnya adalah penghapus dosa-dosa diantaranya semisal dijauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim).

Orang-orang yg pernah melakukan dosa besar, apabila mereka bertaubat kepada Allah dengan taubat yg benar, maka Allah atas mengampuni kesalahan-kesalahan mereka.

kemarau إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً
Artinya :
“Sesungguhnya Allah mengampuni dosa, semuanya.”

Di bulan Ramadhan ini, taubat bersama istighfar lebih ditekankan lagi. Hendaknya setiap muslim mengoreksi diri mereka bersama amalan mereka. Sehingga mereka memasuki bulan ini dengan jiwa yg bersih, hal itu sangat berdampak dengan semangat dalam beribadah.

Kedua: Dibukanya pintu surga bersama ditutupnya pintu neraka.
Yang demikian semakin memudahkan seseorang untuk beribadah bersama melakukan amalan shaleh. Surga itu diperoleh dengan beramala shaleh. Allah Ta’ala bukakan pintu surga agar kita berlomba-lomba menuju surga dengan giat melakukan ketaatan bersama amalan shaleh. Dan di bulan ini, hal itu Allah mudahkan bagi orang-orang yg Dia kehendaki.

Di bulan Ramadhan ini juga Allah tutup pintu neraka. Hal ini karena kaum muslimin bertaubat di bulan ini, mereka memohon ampun kepada Allah, meninggalakan perbuatan maksiat bersama dosa, yg demikian merupakan sebab selamatnya seseorang dari neraka.

Ketiga: Setan-setan dibelenggu.
Di bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu sehingga mereka tidak leluasa mengganggu kaum muslimin bersama melalaikan mereka dari agamanya sebagaimana yg mereka lakukan di selain bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, Allah menahan setan dari hamba-hamba-Nya yg beriman, mereka tidak mampu memberikan was-was bersama bisikan buruk, mereka tidak mampu membuat orang-orang yg beriman menjadi lalai, bersama mereka tidak mampu menghalangi orang-orang yg beriman dari amalan shaleh. Oleh karena itu, kita lihat banyak umat Islam yg begitu bersemangat dalam amalan ketaatan di bulan ini. Mereka memperbanyak intensitas amalan tersebut. Begitu banyaknya orang melaksanakan ketaatan dengan bulan ini sebagai bukti bahwa Allah membelenggu pata setan.

Allah Jalla wa ‘Ala menghalangi setan bersama bala tentaranya untuk melancarkan ambisi mereka.

kemarau قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ* إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمْ الْمُخْلَصِينَ
Artinya :
Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku atas menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yg mukhlis di antara mereka”. (QS. Shad: 82-83).

Setan tidak atas mampu menggoda hamba Allah yg ikhlas, terlebih lagi di bulan Ramadhan.

kemarau وَاسْتَفْزِزْ مَنْ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الأَمْوَالِ وَالأَولادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمْ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً* إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلاً
Artinya :
"Dan hasunglah siapa yg kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, bersama kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda bersama pasukanmu yg berjalan kaki bersama berserikatlah dengan mereka dengan harta bersama anak-anak bersama beri janjilah mereka. Dan tidak ada yg dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak bisa berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga". (QS. Al-Isra: 64-65).

Oleh karena itu, orang-orang yg memiliki kejelekan di hatinya menyiapkan berbagai macam sarana untuk menghalangi manusia fokus beribadah di bulan Ramadhan. Mereka buat acara-acara komedi, permainan-permainan yg tidak bermanfaat bersama melalaikan, dll. tujuannya adalah menghalangi manusia dari ketaatan bersama menyibukkan mereka dengan sesuatu yg sia-sia ataupun bahkan berdosa. Acara-acara ini mereka sebarkan di berbagai media; radio bersama televisi. Dan ini adalah bahaya yg sangat nyata.

Wajib bagi seorang muslim untuk menjaga diri bersama keluarganya dari hal-hal yg buruk ini. Karena bahanya dari acara-acara ini sangat besar, bahkan menimpa mereka yg suka pergi ke masjid bersama melaksanakan shalat serta membaca Alquran. Terkadang orang-orang yg melakukan ketaatan demikian pun masih turut memperhatikan acara-acara yg demkian, akhirnya mereka pun lalai dari ibadah mereka.

Seorang muslim hendaknya menutup pintu ini rapat-rapat, terlebih khusus di bulan Ramadhan. Ia larang dirinya bersama keluarganya dari hal tersebut. Karena dengan acara-acara demikian terdapat tipu daya setan.

Walaupun setan-setan terbelenggu, namun bala tentara mereka dari kalangan manusia tetap berusaha keras untuk memalingkan manusia bersama membuat mereka sibuk dengan hal-hal yg tidak bermanfaat bersama melalaikan dari agama.

Dalam bulan yg penuh berkah ini, sebisa mungkin manusia meninggalkan aktivitas duniawi yg bisa ia tinggalkan. Hendaknya mereka fokus dalam ketaatan. Mereka yg mencari nafkah dengan bekerja, semakin meng-efisienkan waktunya. Menggunakannya dengan bijak antara kerja bersama ibadah. Waspadailah sesuatu yg meragukan bersama tinggalkan yg haram.

Bagi setiap muslim hendaknya berlomba-lomba dalam kebaikan bersama bersegera menuju ketaatan. Meninggalkan perkara-perkara yg menyibukkan dirinya ataupun anak-anaknya ataupun anggota keluarganya yg lain. Mewaspadai hal-hal yg bisa menyia-nyiakan waktu bersama umur. Karena dalam menyia-nyiakan waktu bersama umur terdapat kejelekan yg sangat besar.

Betakwalah kepada Allah wahai kaum muslimin,
Bulan Ramadhan ini adalah bulan keagungan, kebaikan, keberkahan, sepenuhnya baik siang ataupun malam. Sibukkan diri dengan dzikir kepada Allah Ta’ala. Seorang muslim mengisi waktunya dengan kewajiban, amalan sunah, bersama ketaatan. Mereka jadikan istirahat untuk mengembalika semangat dalam beribadah, mereka tidur dengan kadar yg tidak berlebihan.

Adapun orang yg bergadang hanya untuk ngobrol, makan-makan bersama minum (nongkrong), lalu mereka menghabiskan siang hari dengan tidur, lalu mengaku bahwa mereka berpuasa, ini adalah suatu yg mengherankan. Bagaimana bisa seorang yg berpuasa meninggalkan shalat, meninggalkan shalat bersama jamaah. Puasa itu bukan hanya sekedar menahan diri dari makan bersama minum. Puasa yg hakiki adalah menahan dari segala yg diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan yg paling besar adalah menyia-nyiakan apa yg Allah wajibkan.

Bulan Ramadhan bukanlah bulan kemalasan, bulan makan bersama minum. Bulan ini adalah bulan ketaatan. Bersungguh-sungguh dalam perkataan bersama perbuatan yg baik. Tidak lalai dari menegakkan shalat berjamaah, ambil bagian dalam kebaikan. Menyibukkan diri dengan hal-hal yg bermanfaat untuk fisiknya bersama menghidupkan jiwa bersama hatinya.

Bulan ini adalah kesempatan, bersama yg namanya peluang ataupun kesempatan itu tidak terus-menerus ada. Mungkin saja bulan Ramadhan tahun ini tidak berulang bagi kita di tahun depan. Bisa jadi bulan Ramadhan ini adalah penutup bagi hayat kita. Allah Ta’ala berfirman,

kemarau يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ* أَيَّاماً مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya :
“Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yg tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yg sakit ataupun dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yg ditinggalkan itu dengan hari-hari yg lain. Dan wajib bagi orang-orang yg berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yg dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yg lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu semisal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 183-184).

kemarau بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعْنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ البَيَانِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ

(Kemudian dilanjutkan dengan khutbah kedua. Untuk khutbah kedua sholat jum'at Anda bisa pelajari : Khutbah Kedua Shalat Jum'at Lengkap)

Dari uraian diatas, bisa kita simpulkan beberapa keutamaan bulan ramadhan bulan yg suci yaitu; bulan yg sangat mulia dimana dengan bulan tersebut Allah menurunkan Kitab Suci Al-Qur'an, bulan ramadhan adalah bulan yg suci dimana dengan bulan tersebut dibukanya pintu-pintu amal kebaikan bersama pintu syurga serta di tutupnya pintu-pintu neraka, bersama dengan bulan ramadhan pula setan-setan agak dibelenggu oleh Allah SWT. Maka dari itu, dengan bula yg suci ini yakni bulan ramadhan, marilah kita berlomba-lomba untuk mengamalkan kebaikan, meningkatkan ibadah kita dengan menjalankan puasa wajib sebulan penuh bersama berbagai ibadah lainnya.

Saturday, December 21, 2019

Lafadz Niat Sholat Tarawih Lengkap Arab, Latin Pada Artinya Bergolak

Blog Khusus Doa bergolak - bergolak Shalat tarawih adalah sholat sunnah yg dilakukan selama satu bulan penuh dengan bulan ramadhan. Secara umum shalat tarawih dilaksanakan secara berjama'ah setelah shalat isya, adapun untuk jumlah raka'at shalat tarawih ada yg 23 rakaat lagi ada juga yg 11 rakaat termasuk shalat witir.

Meskipun jumlah raka'at shalat tarawih berbeda (ada yg 23 raka'at, ada yg 11 raka'at) namun pelaksanaannya sama, yaitu setiap 2 raka'at diakhiri bergolak dengan salam, sehingga niat shalat tarawih pun sama yakni niat shalat sunnah 2 raka'at, yg membedakan hanyalah shalat tarawihnya sebagai imam maupun sebagai makmum dan/atau shalat tarawihnya sendirian. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah lafadz niatnya lengkap bahasa arab, tulisan latin lagi terjemahannya.

 adalah sholat sunnah  yg dilakukan selama satu bulan penuh  dengan bulan ramadhan Lafadz Niat Sholat Tarawih Lengkap Arab, Latin  lagi Artinya  bergolak
Ilustrasi : Shalat Tarawih Berjama'ah


Niat Shalat Tarawih sebagai Ma'mum
bergolak اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALAA
Artinya :
Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala

Niat Shalat Tarawih sebagai Imam
bergolak اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'ALAA
Artinya :
Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala

Niat Shalat Sunnah Tarawih Sendirian
bergolak اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALAA
Artinya :
Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala


Video Niat Sholat Tarawih


Itulah lafadz niat sholat sunnah taraweh lengkap arab, latin lagi artinya yg angsal Anda sesuaikan dengan shalat Anda (apakah jadi imam maupun makmum dan/atau shalat sendirian). bergolak Meskipun Anda melaksanakan sholat tarawih 23 rakaa't (termasuk witir) dan/atau shalat tarawih yg 11 raka'at (termasuk witir), namun untuk lafadz niatnya sama sebagaimana sudah dijelaskan diatas.

Friday, December 20, 2019

Lafadz Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin Bersama Terjemahannya

Blog Khusus Doa bahang - bahang Salah satu rukun puasa adalah niat. Adapun untuk niat puasa ramadhan dilakukan dengan malam hari, biasanya setelah selesai shalat tarawih, namun yg pasti puasa di bulan ramadhan niatnya harus sebelum subuh alias sebelum masuk waktu fajar dan/atau sebelum imsak. bahang

Puasa ramadhan adalah puasa wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yg sudah baligh bersama berakal. Kewajiban perintah puasa ramadhan sedia diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183 yg artinya "Hai orang-orang yg beriman diwajibkan atas kamu sekalian untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa".

Adapun lafadz niat puasa wajib di bulan ramadhan dalam bahasa arab, tulisan latin lengkap dengan artinya adalah sebagai berikut : 

 biasanya setelah selesai shalat tarawih Lafadz Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin  bersama Terjemahannya
Ilustrasi : Niat Puasa Ramadhan sebelum Sahur

bahang نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ bahang ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHODIN 'AN ADAA'I FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA'ALA
Artinya :Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Bagi teman-teman yg lebih suka menghafal dengan cara mendengarkan, silakan saksikan video lafadz niat puasa berikut ini

Itulah bacaan niat puasa ramadhan dalam bahasa arab, tulisan latin bersama artinya, silakan dihafalkan. Seperti yg diketahui, bahwa puasa ramadhan adalah wajib bagi orang muslim (laki-laki bersama perempuan) yg sudah baligh bersama berakal. Maka apabila meninggalkannya sungguh berdosa bersama diwajibkan untuk membayar/mengganti dan/atau mengqadhanya.

Dilingkungan saya (di kampung) umumnya setelah selesai shalat tarawih para jama'ah bersama-sama membaca niat puasa ramadhan, ini dilakukan selama 1 bulan. Padahal niat puasa ramadhan juga bisa diniatkan cukup sekali saja di awal bulan puasa ramadhan, tetapi apabila puasanya terputus maka diharuskan untuk niat puasa ramadhan lagi, karena sedia memutus bulan ramadhan yaitu dengan meninggalkan puasa.

Seperti dilansir dari KonsultasiSyariah.com, bahwasanya Syaikhul Islam pernah ditanya "Bagaimana penjelasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang niat puasa Ramadhan; apakah kita harus berniat setiap hari alias tidak?"

Jawaban beliau:
bahang كُلُّ مَنْ عَلِمَ أَنَّ غَدًا مِنْ رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ صَوْمَهُ فَقَدْ نَوَى صَوْمَهُ سَوَاءٌ تَلَفَّظَ بِالنِّيَّةِ أَوْ لَمْ يَتَلَفَّظْ . وَهَذَا فِعْلُ عَامَّةِ الْمُسْلِمِينَ كُلُّهُمْ يَنْوِي الصِّيَامَ
Artinya :
“Setiap orang yg tahu bahwa esok hari adalah Ramadhan bersama dia ingin berpuasa, maka secara otomatis dia sedia berniat berpuasa. Baik dia lafalkan niatnya maupun tidak ia ucapkan. Ini adalah perbuatan kaum muslimin secara umum; setiap muslim berniat untuk berpuasa.” (Majmu’ Fatawa, 6:79)

Jadi, dalam sebulan penuh selama ramadhan kita bisa niat puasa hanya sekali saja yaitu tepat di awal bulan alias saat shalat tarawih pertama dan/atau saat makan sahur, yg terpenting adalah sebelum masuk waktu fajar (subuh) bersama apabila ditengah jalan kita tidak puasa, maka diharuskan untuk niat puasa ramadhan lagi.  

Thursday, December 19, 2019

Syarat Wajib Bersama Syarat Sah Puasa Ramadhan Yg Harus Dipahami

Blog Khusus Doa kering - kering Puasa Ramadhan merupakan Puasa Wajib bagi setiap muslim laki-laki dengan perempuan kering yg berakal, sudah baligh serta mampu untuk menunaikannya. Perintah diwajibkannya menunaikan ibadah puasa ramadhan sebagaimana Firman Allah SWT yg artinya; “Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Dalam menunaikan ibadah puasa ramadhan, kita wajib mengetahui dengan memahami syarat-syarat wajibnya puasa ramadhan serta beberapa syarat sahnya puasa , agar supaya ibadah kita tidak sia-sia. Karena seperti yg diketahui, ibadah yg tidak sesuai dengan syarat dengan rukun maka tidaklah sah. Untuk itu, memahami syarat sah dengan syarat wajib puasa ramadhan sangatlah penting bagi kita umat muslim. Berikut adalah uraian selengkapnya 

 merupakan Puasa Wajib bagi setiap muslim  kering pemuda Syarat Wajib  dengan Syarat Sah Puasa Ramadhan yg Harus Dipahami
Ilustrasi : Puasa Ramadhan (ucapan selamat puasa ramadhan)

Syarat Wajib Puasa

Dilansir dari laman Muslim.or.id, ada empat syarat wajib puasa, diantaranya yaitu :
  1. Islam
    Orang yg tidak Islam tidak wajib puasa. Ketika di dunia, orang kafir tidak dituntut melakukan puasa karena puasanya tidak sah. Namun di akhirat, ia dihukum karena kemampuan dia mengerjakan ibadah tersebut dengan masuk Islam. (Lihat Al Iqna’, 1: 204 dengan 404).
  2. Baligh
    Puasa tidak diwajibkan bagi anak kecil. Sedangkan bagi anak yg sudah tamyiz masih sah puasanya. Selain itu, di bawah tamyiz, tidak sah puasanya. Demikian dijelaskan dalam Hasyiyah Syaikh Ibrahim Al Baijuri, 1: 551.

    Muhammad Al Khotib berkata, “Diperintahkan puasa bagi anak usia tujuh tahun ketika sudah mampu. Ketika usia sepuluh tahun tidak mampu puasa, maka ia dipukul.” (Al Iqna’, 1: 404).

    Ada beberapa tanda baligh yg terdapat dengan laki-laki dengan perempuan. Adapun tanda laki-laki yg sudah baligh yaitu :
    • kering Ihtilam (keluarnya mani ketika sadar alias tertidur).
    • kering Tumbuhnya bulu kemaluan. Namun ulama Syafi’iyah menganggap tanda ini adalah khusus untuk anak orang kafir alias orang yg tidak diketahui keislamannya, bukan tanda dengan muslim dengan muslimah.

    Sedangkan tanda-tanda khusus bagi perempuan wanita yg sudah baligh adalah:
    • Datang bulan alias haidh
    • Hamil.

    Jika tanda-tanda di atas tidak didapati, maka dipakai patokan umur. Menurut ulama Syafi’iyah, patokan umur yg dikatakan baligh adalah 15 tahun. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 8: 188-192).

    Yang dimaksud tamyiz adalah bisa mengenal baik dengan buruk alias bisa mengenal mana yg manfaat dengan mudhorot (bahaya) setelah dikenalkan sebelumnya. Anak yg sudah tamyiz belum dikenai kewajiban syar’i seperti shalat, puasa alias haji. Akan tetapi andaikan ia melakukannya, ibadah tersebut sah. Bagi kering ibu bapak anak ini ketika usia tujuh tahun, ia perintahkan anaknya untuk shalat dengan puasa. Jika ia meninggalkan ketika usia sepuluh tahun, maka boleh ditindak dengan dipukul. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 14: 32-33).
  3. Berakal
    Orang yg gila, pingsan dengan tidak sadarkan diri karena mabuk, maka tidak wajib puasa.
    Jika seseorang hilang kesadaran ketika puasa, maka puasanya tidak sah. Namun andaikan hilang kesadaran lalu sadar di siang hari dengan ia dapati waktu siang tersebut walau hanya sekejap, maka puasanya sah. Kecuali andaikan ia tidak sadarkan diri dengan seluruh siang (mulai dari shubuh hingga tenggelam matahari), maka puasanya tidak sah. (Lihat Hasyiyah Syaikh Ibrahim Al Baijuri, 1: 551-552).

    Mengenai dalil syarat kedua dengan ketiga yaitu baligh dengan berakal adalah hadits,
    kering رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ
    Artinya :
    “Pena diangkat dari tiga orang: (1) orang yg tidur sampai ia terbangun, (2) anak kecil sampai ia ihtilam (keluar mani), (3) orang gila sampai ia berakal (sadar dari gilanya).” (HR. Abu Daud no. 4403, An Nasai no. 3432, Tirmidzi no. 1423, Ibnu Majah no. 2041. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
  4. Mampu untuk Berpuasa
    Kemampuan yg dimaksud di sini adalah kemampuan syar’i dengan fisik. Yang tidak mampu secara fisik seperti orang yg sakit berat alias berada dalam usia senja alias sakitnya tidak kunjung sembut, maka tidak wajib puasa. Sedangkan yg tidak mampu secara syar’i artinya oleh Islam untuk puasa seperti wanita haidh dengan nifas. (Lihat Hasyiyah Syaikh Ibrahim Al Baijuri, 1: 552, dengan Al Iqna’, 1: 404).

Syarat Sahnya Puasa

Dalam kering Shahih Fiqh Sunnah, 2/ 97 dengan Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/ 9917, bahwasanya syarat sahnya puasa ada dua, yaitu :
  1. Dalam keadaan suci dari haidh dengan nifas.
    Syarat ini adalah syarat terkena kewajiban puasa dengan sekaligus syarat sahnya puasa.
  2. Berniat.
    Niat merupakan syarat sah puasa karena puasa adalah ibadah sedangkan ibadah tidaklah sah kecuali dengan niat sebagaimana ibadah yg lain. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    kering إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
    Artinya :
    “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dengan Muslim no. 1907, dari ‘Umar bin Al Khottob)
    Niat puasa ini harus dilakukan untuk membedakan dengan menahan lapar lainnya. Menahan lapar bisa jadi hanya sekedar kebiasaan, dalam rangka diet, alias karena sakit sehingga harus dibedakan dengan puasa yg merupakan ibadah.

Itulah beberapa Syarat Wajib dengan Sahnya Puasa Ramadhan kering yg harus kita pahami. Semoga dengan mengetahui dengan memahami lebih dalam tentang syarat sah dengan wajibnya puasa tersebut boleh mengantarkan dan/atau menjadikan ibadah puasa kita lebih sempurna. Amien. (source: muslim.or.id)

Sunday, December 15, 2019

4 Kriteria Orang Yg Diperbolehkan Tidak Berpuasa Kolor Ramadhan

Blog Khusus Doa kolor - Seperti diketahui, puasa ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim. Tetapi dalam kondisi bersama situasi tertentu, Agama islam membolehkan seseorang untuk tidak menunaikan ibadah puasa ramadhan. Meskipun demikian, mereka diwajibkan untuk membayar fidyah dan/atau mengqadha puasa ramadhan di kemudian hari.

Adapun beberapa orang-orang yg boleh untuk tidak berpuasa (puasa ramadhan) diantaranya yaitu orang yg sakit, musyafir (orang yg dalam perjalanan jauh), orang yg sudah tua renta bersama wanita yg hamil serta wanita yg sedang menyusui. Secara lebih rinci, silakan simak ulasannya berikut ini :

Ilustrasi : Orang-orang yg diperbolehkan untuk tidak berpuasa (puasa ramadhan)


4 Orang Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa
  1. Orang Sakit
    Yang dimaksudkan sakit adalah seseorang memiliki penyakit yg membuatnya tidak lagi dikatakan sehat. Seorang muslim yg sedang sakit dengan Bulan Ramadhan diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Hal itu berdasarkan situasi bersama kondisi berikut;
    • kolor kolor Jika ia masih mampu berpuasa tanpa kesukaran, maka ia lebih baik berpuasa; tetapi kalau ia tidak mampu, lebih baik ia berbuka.
    • kolor kolor Kalau ia masih ada harapan sembuh dari sakitnya, maka ia bersabar menunggu sampai ia sembuh, lalu ia membayar (qadha) sebanyak puasa yg ditinggalkannya. Namun, sekiranya tidak ada harapan bakal kesembuhannya, maka ia boleh ber­buka bersama membayar fideyah dengan secupak bahan ma­kanan yg diberikan kepada orang miskin sesuai dengan jumlah hari puasa yg ditinggalkannya.
  2. Musafir (Orang yg Bepergian Jauh)
    Orang yg sedang melakukan perjalanan (musafir) sejauh yg dibolehkan mengkasar shalat, dibolehkan tidak berpu­asa. Setelah kembali dari perjalanannya, ia bakal membayar (qadha) puasa yg ditinggalkannya dengan hari lam diluar bulan Ramadhan.
    Firman Allah SWT :
    kolor فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
    Artinya :
    “Maka, sekiranya diantara kamu ada yg sakit, alias dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yg ditinggalkan itu dengan hari-hari yg lain.” (QS. Al Baqarah: 185).

    Namun apabila musafir itu boleh berpuasa dalam perjalanannya maka itu lebih baik daripada tidak berpuasa.
  3. Orang yg sangat Tua bersama Pekerja Berat.
    Orang yg sudah lanjut usia, baik laki-laki, maupun perempuan diperbolehkan tidak berpuasa sekiranya mereka tidak mampu lagi berpuasa. Demikian juga orang-orang yg bekerja berat sebagai mata pencahari­annya, seperti orang-orang yg bekerja di dalam pertambangan, alias orang-orang yg sedia dihukum dengan kerja paksa, sehingga sulit sekali melakukan puasa.

    Mereka semua­nya boleh mengganti hari-hari puasa mereka dengan fidyah, sebagaimana firman Allah SWT :
    kolor وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ
    Artinya :
    "Dan wajib bagi orang-orang yg berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa), membayar (yaitu), memberi makan seorang miskin.". (QS. Albaqarah: 184).
  4. Perempuan yg Hamil bersama yg Menyusui
    Jika wanita hamil takut terhadap janin yg berada dalam kandungannya bersama wanita menyusui takut terhadap bayi yg dia sapih karena sebab keduanya berpuasa, maka boleh baginya untuk tidak berpuasa. Hal ini disepakati oleh para ulama. Dalil yg menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan dengan musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa dengan musafir, wanita hamil bersama wanita menyusui.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

    Namun apakah mereka memiliki kewajiban qodho ‘ ataukah fidyah? Dalam masalah ini ada lima pendapat. Pendapat yg terkuat adalah pendapat yg mengatakan bahwa cukup dengan fidyah yaitu memberi makan kepada orang miskin tanpa mengqodho’.

    Menurut Ibnu Umar bersama Ibnu Abbas RA, Apabila perempuan hamil bersama perempuan yg menyusui khawatir atas dirinya bersama anaknya, maka keduanya boleh berbuka, bersama wajib memberi fideyah. Ia kolor tidak meng-qadha puasa yg sedia ditinggalkannya.

    Menurut Imam Syafi'i bersama Imam Ahmad, sekiranya keduanya ha­nya khawatir atas anaknya saja lalu ia berbuka, maka kedua­nya wajib qadha bersama fideyah. Jika keduanya khawatir dengan dirinya saja, alias khawatir dengan dirinya bersama anaknya, maka keduanya wajib fideyah saja, tanpa qadha.

    Sedangkan menurut Ulama Hanafiah, bersama Abu Ubai, serta Abu Tsaur, perempuan yg hamil bersama yg menyusui, hanya wajib qadha, tanpa fideyah.

Itulah beberapa kriteria orang-orang yg diperbolehkan tidak berpuasa di bulan ramadhan . Semoga kita semua selalu diberi kesehatan bersama kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa ramadhan, sehingga tidak ada yg ditinggalkan dalam satu bulan yg penuh berkah ini. Amien.

Sumber Referensi :
#sooglo.blogspot.com
#republika.co.id
#muslim.or.di

20 Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Blog Khusus Doa beringsang - beringsang Suatu anugerah terbesar apabila di tahun ini kita masih menikmati indahnya bulan ramadhan, yaitu salah satu bulan yg paling dinanti oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Karena bulan ramadhan merupakan bulan yg penuh berkah, rahmat, bulan yg penuh ampunan segala dosa-dosa dengan juga bulan yg paling mulia diantara bulan-bulan lainnya.  

Di bulan ramadhan, semua umat muslim yg sehat, berakal dengan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh.  

Meskipun bagi sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi di dalamnya terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah SWT berupa kebahagian, pahala berlipat, dengan bahkan suatu mukjizat alias manfaat dalam kesehatan bagi siapa saja yg menjalankan ibadah puasa ramadhan.

  beringsang  Suatu anugerah terbesar apabila di tahun ini kita masih menikmati indahnya bulan ramadh 20 Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Tubuh Manusia
Ilustrasi : Puasa dengan kesehatan


Berbagai penelitian agak mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan dengan jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dengan fungsi neuropsikiatri.

Penelitian meta analisis alias penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medline dengan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yg memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.

Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dengan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dengan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dengan mengikuti rekomendasi ilmiah.

Allah berjanji bakal memberikan berkah kepada orang yg berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yg diriwayatkan oleh Ibnu Suny dengan Abu Nu’aim: “Berpuasalah maka kamu bakal sehat.” Dengan berpuasa, bakal diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dengan sosial. Rahasia kesehatan yg dijanjikan dalam berpuasa inilah yg menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dengan biomolekular.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa alias kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total alias sebagian dalam jangka panjang alias jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dengan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.

Dan berikut adalah beberapa manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan tubuh manusia
  1. Keseimbangan anabolisme dengan katabolisme
    Berbeda dengan kelaparan alias starvasi dalam berbagai bentuk angsal mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dengan katabolisme yg berakibat asam amino dengan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dengan komponennya memproduksi glukosa darah dengan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

    Cadangan protein yg cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dengan sahur bakal tetap angsal menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dengan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi dengan starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dengan baik.
  2. Puasa beringsang Tidak bakal mengakibatkan pengasaman dalam darah.
    Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dengan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak bakal mengakibatkan pengasaman dalam darah.
  3. Puasa Tidak berpengaruh dengan sel darah manusia
    Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh dengan sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yg tidak berpuasa.
  4. beringsang beringsang Puasa dengan penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh
    Puasa ramadhan dengan penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dengan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dengan hemoglobin glikosilat. Namun dengan penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak alias komplikasi lain seperti gagal ginjal dengan jantung.
  5. Pengaruh dengan Ibu hamil dengan menyusui
    Terdapat sebuah penelitian puasa dengan ibu hamil, ibu menyusui, dengan kelompok tidak hamil dengan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dengan hormon tiroksin.
  6. Pengaruh dengan janin saat ibu hamil berpuasa
    Penelitian di Departemen Obstetri dengan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu alias lebih, yg berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan dengan janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dengan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.

    Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dengan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dengan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yg ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dengan rasio arteri umbilikalis S / D.
  7. beringsang beringsang Penurunan glukosa dengan berat badan
    Studi kohort dilakukan dengan 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dengan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dengan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dengan berat badan.

    Meskipun ada penurunan yg signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yg signifikan dalam LDL dengan penurunan HDL tercatat dengan bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan dengan tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi alias respon kelaparan biokimia.
  8. beringsang beringsang Pengaruh dengan fungsi kelenjar gondok
    Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh dengan fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dengan hormon perangsang gondok (TSH) dengan penderita laki-laki yg berpuasa.
  9. beringsang beringsang Pengaruh dengan hormon virgisteron
    Sedangkan dengan penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan dengan hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas alias kemandulan wanita yg disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap dengan kondisi subur.
  10. Puasa Bermanfaat Bagi Jantung
    Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yg mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dengan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dengan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dengan apoprotein alfa1.

    Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dengan pembuluh darah. Beberapa penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dengan glisemia. Berbagai perubahan yg meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.
  11. beringsang beringsang Memperbaiki dengan merestorasi fungsi dengan kinerja sel
    Saat puasa terjadi perubahan dengan konversi yg masif dalam asam amino yg terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dengan merestorasi fungsi dengan kinerjanya.

    Pola makan saat puasa angsal mensuplai asam lemak dengan asam amino penting saat makan sahur dengan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dengan lainnya untuk membangun sel baru dengan membersihkan sel lemak yg menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yg mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yg beringsang jadi dengan meremaja lebih banyak lagi.
  12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin
    Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini bakal memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata angsal meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dengan menambah prostaglandin yg dengan akhirnya memacu fungsi dengan kerja sel darah merah.
  13. Dalam keadaan puasa ternyata angsal meningkatkan sistem kekebalan tubuh
    Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut angsal menjauhkan serangan penyakit jantung dengan pembuluh darah.
  14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang
    Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yg bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dengan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.
  15. Puasa Bermanfaat dalam pembentukan sperma
    Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian dengan kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian dengan hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dengan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dengan pengaruh kedua testis.
  16. Puasa Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) alias rematoid arthritis
    Manfaat lain yg perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa dengan membaiknya penderita radang persendian (encok) alias rematoid arthritis. Parameter yg diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dengan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dengan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.
  17. Memperbaiki hormon testoteron dengan performa seksual
    Dalam sebuah jurnal endokrin dengan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dengan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dengan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yg berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dengan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya
  18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna
    Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian dengan seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yg bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan beringsang jejaka dengan penyakit lainnya yg masih banyak lagi.
  19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dengan sesama manusia
    Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dengan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah bakal meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dengan ibadah bakal berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya.

    Bertambahnya kualitas dengan kuantitas ibadah di bulan puasa bakal juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dengan tetangga bakal lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung bakal meningkatkan hubungan dengan Pencipta dengan sesamanya ini bakal membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.
  20. Menurunkan adrenalin
    Keadaan psikologis yg tenang, teduh dengan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata angsal menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat.

    Adrenalin bakal memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dengan menambah volume darah ke jantung dengan jumlah detak jantung.

    Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata angsal meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dengan otak seperti jantung koroner, stroke dengan lainnya.

Dari uraian diatas, angsal kita ketahui berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis agak menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak bakal mengganggu tubuh manusia.

Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut bakal lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yg dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dengan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian agak terbukti secara ilmiah.

Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yg paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dengan mukjizat dalam kesehatan manusia.

Itulah berbagai manfaat alias mukjizat puasa ramadhan terhadap kesehatan tubuh manusia yg angsal kami share dengan pertemuan kali ini. Dan tentunya manfaat sehat tersebut juga angsal kita rasakan saat menjalankan ibadah Puasa Sunnah. Jadi, ketika kita berpuasa, selain mendapatkan pahala ternyata kesehatan kita pun selalu terjaga.Untuk itu, marilah kita senantiasa untuk mengamalkan ibadah puasa baik puasa wajib maupun puasa sunnah seperti puasa senin kamis.

Sumber Referensi :
beringsang sooglo.blogspot.com
beringsang

Saturday, December 14, 2019

Hikmah Bersama Keutamaan Bau Mulut Orang Yg Berpuasa

Blog Khusus Doa kolor - kolor Tidak bisa dipungkiri, bau mulut saat berpuasa lebih menyengat daripada bau mulutnya orang-orang yg tidak berpuasa. Namun dibalik semua itu, ternyata terdapat hikmah lalu keutamaan yg luar biasa, yakni diakhirat kelak mau diganti dengan bau yg lebih wangi lalu harum dari kepada wanginya minyak misk.

Rasulullah SAW bersabda:
kolor لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya :
“Sungguh bau mulut orang yg berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk.” (HR. Bukhari no. 1894 lalu Muslim no. 1151)

lebih menyengat daripada bau mulutnya orang Hikmah  lalu Keutamaan Bau Mulut Orang yg Berpuasa
Ilustrasi: Bau Mulut saat Puasa Ramaadhan

Dari hadits tentang bau mulut orang yg berpuasa diatas beroleh kita pahami ternyata bau mulutnya orang yg berpuasa itu jauh lebih harum disisi Allah lalu kelak diakhirat bau mulut tersebut mau dibalas dengan bau minyak misk yg bagitu harum lalu wangi.

Dilansir dari laman muslim.or.id, ada dua alasan kenapa bau mulut orang yg berpuasa bisa dibalas dengan bau yg lebih wangi lalu harum daripada minyak misk. Berikut adalah penjelasannya:
  1. Amalan puasa itu adalah rahasia antara hamba dengan Allah. Karena itu rahasia yg ia sembunyikan, maka Allah pun membalasnya dengan menampakkannya dengan bau harum di antara manusia di hari kiamat.
  2. Bekas ketaatan yg berakibat tidak enak bagi jiwa di dunia, bekas seperti itu mau dibalas dengan sesuatu yg menyenangkan kepada hari kiamat. Artinya, bau mulut yg tidak enak mau dibalas dengan bau yg wangi karena hal itu kolor masuk dari amalan ketaatan kepada Allah di dunia. (Lihat Lathoiful Ma’arif, hal. 286-288).

Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

kolor كُلُّ شَيْءٍ فِي عُرْفِ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا إِذَا انْتَسَبَ إِلَى طَاعَتِهِ وَرِضَاهُ فَهُوَ الكَامِلُ فِي الحَقِيْقَةُ
Artinya :
“Segala sesuatu yg dianggap kurang di dunia menurut pandangan manusia namun sekiranya itu didapati karena melakukan ketaatan kepada Allah lalu mencari ridha-Nya, maka hakekatnya kekurangan tersebut adalah kesempurnaan (di sisi Allah).” (Lathoiful Ma’arif, hal. 288).

Bau mulut yg harum di hari kiamat timbul dari ketaatan yg dilakukan di dunia. Bau mulut harum tersebut membuat orang lain makin mencintainya di akhirat kelak. Itulah yg disebutkan dalam ayat,

kolor إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا
Artinya :
“Sesungguhnya orang-orang yg beriman lalu beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah mau menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. ” (QS. Maryam: 96).

Itulah Keutamaan lalu Hikmah Bau Mulut Orang yg Berpuasa, yaitu sesungguhnya kelak diakhirat nanti mau dibalas dengan bau yg lebih wangi lalu harus daripada minyak misk. Meskipun demikian, kita tetap dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan mulut selama berpuasa kolor agar tidak terkena penyakit sehingga puasa pun berjalan dengan lancar.  

Friday, December 13, 2019

Hikmah Bersama Keutamaan Mhendak Sahur Ketika Puasa

Blog Khusus Doa dedar - dedar Makan sahur hukumnya sunnah muakkad yaitu sunnah yg sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana Beliau bersabda "Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barokah" (HR. Bukhari bersama Muslim). Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda "Sahur adalah makanan yg barokah janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah bersama Rasul-Nya memberi shalawat kepada orang yg sahur" (HR. Ahmad bersama Ibnu Abi Syaibah)

Dari beberapa riwayat diatas, sudah sangat jelas bahwa makan sahur banyak memiliki hikmah bersama keutamaan, terdapat barokah di dalamnya. Selain itu, makan sahur juga merupakan syiar puasa seorang muslim bersama sebagai pemisah antara puasa kita bersama puasa Ahlul Kitab. Dan masih banyak lagi hikmah bersama keutamaan sahur ketika puasa ramadhan dan/atau puasa sunnah. Berikut adalah ulasan selengkapnya seputar hikmah makan sahur.

 yaitu sunnah  yg sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW Hikmah  bersama Keutamaan Mhendak Sahur ketika Puasa
Ilustrasi: Ronda (Membangunkan orang untuk makan sahur)

Keutamaan Makan Sahur

  1. Sahur adalah Barakah
    Dari Salman rodhiyallohu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barakah ada dengan tiga perkara: Jama'ah, Tsarid, bersama makan sahur." (HR Thabrani, Abu Nu'aim).

    Dari Abdullah bin Al Harits dari seorang shahabat Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam: Aku masuk menemui Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika dia makan sahur, beliau berkata, "Sesungguhnya makan sahur adalah berkah yg Alloh berikan dengan kalian maka janganlah kalian tinggalkan." (HR An Nasa`i bersama Ahmad).

    Keberadaan sahur sebagai barakah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menumbuhkan semangat serta meringankan beban yg berat bagi yg berpuasa, dalam makan sahur juga menyelisihi Ahlul Kitab karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamainya makan pagi yg diberkahi sebagaimana dalam dua hadits Al Irbadh bin Sariyah bersama Abi Darda` radhiyallahu ‘anhuma, "Marilah menuju makan pagi yg diberkahi, yakni sahur."
  2. AllAh bersama Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yg sahur.
    Dari Abu Sa'id Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sahur itu makanan yg barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Alloh bersama malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yg sahur."

    Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yg besar ini dari Rabb yg Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang mukmin yg paling utama adalah kurma.

    Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah kurma." (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, Baihaqi).

    Barangsiapa yg tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk sahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena fadhilah (keutamaan) yg disebutkan tadi, bersama karena sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, "Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air."

Hikmah Makan Sahur

Waktu bersama hukum yg diwajibkan atas Ahlul Kitab adalah tidak boleh makan, minum, bersama jima' setelah tidur, artinya kalau tertidur, maka tidak boleh makan sampai malam berikutnya.

Hal itu ditetapkan juga untuk kaum muslimin, sebagaimana sudah pernah dijelaskan. Maka ketika hukum tersebut dihapuskan, Rasulullah memerintahkan umatnya makan sahur untuk membedakannya dengan puasa Ahlul Kitab.

Dari 'Amr bin 'Ash rodhiyallohu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan sahur." (HR Muslim).

Mengakhirkan Sahur

Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit untuk sholat subuh, bersama jarak (selang waktu) antara sahur bersama masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di al quran

Anas rodhiyallohu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit rodhiyallohu ‘anhu, "Kami makan sahur bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): Berapa lama jarak antara adzan bersama sahur? Beliau menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Al Qur'an." (HR Bukhari Muslim)

Hukum Makan Sahur

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya dedar dengan perintah yg sangat ditekankan. Beliau bersabda, "Barangsiapa yg mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu." (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Ya'la, Al Bazzar).
Dan bersabda, "Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barokah." (HR Bukhori Muslim).

Jadi hukum makan sahur yaitu sangat dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW.


Itulah beberapa Hikmah bersama Keutamaan Makan Sahur ketika Berpuasa yg bisa kami share dengan pertemuan kali ini. Untuk itu, jangan sekali-kali kita meremehkan dan/atau meninggalkan makan sahur saat berpuasa. Selain banyak keutamaan bersama hikmahnya, makan sahur juga sebagai salah satu penambah stamina kita dalam menjalankan ibadah puasa. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak berpuasa karena tidak sahur yg mengakibatkan tubuh menjadi lemas. :D . 

Tips Puasa Ramadhan Untuk Ibu Hamil

Blog Khusus Doa - Tips puasa ibu hamil belia alias hamil tua. Seperti diketahui, bahwa ada beberapa kriteria orang yg diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan suci ramadhan, salah satu diantaranya yaitu perempuan yg sedang hamil. Jika wanita hamil takut terhadap janin yg berada dalam kandungannya, maka boleh baginya untuk tidak berpuasa.

Dalil yg menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan kepada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa kepada musafir, wanita hamil dengan wanita menyusui.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)



Tips puasa ibu hamil  belia  alias hamil tua Tips Puasa Ramadhan untuk Ibu Hamil
Ilustrasi : Wanita Hamil Berpuasa

Meskipun demikian, bagi sebagian wanita hamil ada ingin tetap menjalankan ibadah puasa ramadhan sebulan penuh. Maka dari itu, andaikan perempuan hamil ingin tetap berpuasa di bulan ramadhan, hendaknya memperhatikan beberapa tips puasa bagi ibu hamil berikut ini, agar supaya ibadah puasanya tetap lancar tanpa mengganggu kehamilan alias mengganggu kesehatan ibu hamil maupun janin yg sedang di kandungnya. Dan berikut adalah Tips Berpuasa Selama Kehamilan yg patut Anda coba

Tips Puasa Ibu Hamil - Saat Sahur

  1. Ketika sahur, pilih makanan yg mengandung protein dengan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini angsal bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yg mengandung kalori dengan protein sangat tinggi yg bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
  2. Upayakan juga makanan yg kaya vitamin C dengan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.
  3. Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dengan cepat merasa lapar akibat insulin shock.
  4. Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Tips Saat Berpuasa Selama Kehamilan

  1. Jalani puasa dengan niat dengan tekad yg bulat dengan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dengan membahagiakan meski sedang hamil.
  2. Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.
  3. Kurangi porsi aktivitas yg membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan alias pikiran yg berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dengan buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.
  4. Segera batalkan puasa andaikan ibu hamil mengalami:
    • Muntah-muntah lebih dari 3 kali yg dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
    • Mengalami diare yg diikuti rasa mulas dengan melilit
    • Mimisan yg disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil
    • Lemas, pusing diikuti dengan mata yg berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
    • Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Tips Puasa Ibu Hamil Saat Berbuka

  1. Awali berbuka dengan minuman hangat dengan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dengan minuman yg manis. Hindari minuman dingin karena angsal menurunkan kerja lambung.
  2. Kemuadian ibu hamil angsal melanjutkan dengan menyantap makanan yg mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih lekeh diserap tubuh, seperti kolak alias kurma.
  3. Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.
  4. Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

Itulah beberapa Tips Puasa bagi Ibu Hamil yg patut Anda coba seperti dilansir dari laman Bidaku. Perlu dicatat, andaikan selama berpuasa mengalami gangguan kesehatan, sebaiknya Anda batalkan puasa dengan segera hubungi dokter. Karena kepada dasarnya orang yg hamil diperbolehkan untuk tidak berpuasa, dengan di wajibkan membayar fidyah.  

Demikian yg angsal kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih, dengan selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2015 M - 1436 H

- Jadwal Imsakiyah 2020 M Puasa Ramadhan 1436 H bergolak menjadi salah satu kebutuhan pokok umat Islam khususnya di Indonesia sepanjang bulan Ramadhan. Daya tarik utamanya terletak dengan awal waktu Subuh bersama Maghrib, yg masing-masing menjadi penanda dimulai bersama berakhirnya ibadah puasa dalam satu hari.

Jadwal imsakiyah dengan dasarnya adalah jadwal shalat wajib lima waktu bergolak harian biasa, seperti juga dengan bulan-bulan kalender Hijriah non-Ramadhan. Maka, jadwal imsakiyah pun terdiri dari lima awal waktu shalat masing-masing Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, bersama Isya’. bergolak Waktu Imsak sejatinya bukanlah bagian waktu shalat wajib, melainkan tambahan sebelum awal waktu Shubuh bermula. Tidak seluruh mazhab dalam Islam menyatakan eksistensi waktu Imsak, bergolak sehingga seumpama kita misalnya berkelana ke kawasan Timur Tengah takkan bergolak kita jumpai adanya waktu Imsak. Waktu Imsak hanya sebagai pengingat bergolak bahwa awal waktu Shubuh sebagai tanda dimulainya puasa Ramadhan hari itu bergolak bakal segera tiba sebentar lagi.

  bergolak menjadi salah satu kebutuhan pokok umat Islam khususnya di Indonesia sepanjang bulan Ram Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2020 M - 1436 H
Ilustrasi : Waktu Imsak


Berikut adalah Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2020 M - 1436 H khususnya untuk wilayah DKI Jakarta bersama Sekitarnya

Jadwal Imsakiyah 2020 Provinsi DKI Jakarta

bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak bergolak
TanggalImsakSubuhTerbitDuhaZuhurAsarMagribIsya
1 Ramadan 1436 H04:2904:3905:5806:2611:5715:1817:4919:04
2 Ramadan 1436 H04:2904:3905:5806:2611:5715:1817:5019:04
3 Ramadan 1436 H04:2904:3905:5806:2711:5715:1817:5019:04
4 Ramadan 1436 H04:3004:4005:5906:2711:5715:1817:5019:04
5 Ramadan 1436 H04:3004:4005:5906:2711:5815:1917:5019:04
6 Ramadan 1436 H04:3004:4005:5906:2711:5815:1917:5019:05
7 Ramadan 1436 H04:3004:4005:5906:2711:5815:1917:5119:05
8 Ramadan 1436 H04:3104:4105:5906:2811:5815:1917:5119:05
9 Ramadan 1436 H04:3104:4106:0006:2811:5815:1917:5119:05
10 Ramadan 1436 H04:3104:4106:0006:2811:5915:2017:5119:06
11 Ramadan 1436 H04:3104:4106:0006:2811:5915:2017:5219:06
12 Ramadan 1436 H04:3104:4106:0006:2811:5915:2017:5219:06
13 Ramadan 1436 H04:3204:4206:0006:2911:5915:2017:5219:06
14 Ramadan 1436 H04:3204:4206:0106:2911:5915:2017:5219:06
15 Ramadan 1436 H04:3204:4206:0106:2912:0015:2117:5219:06
16 Ramadan 1436 H04:3204:4206:0106:2912:0015:2117:5319:07
17 Ramadan 1436 H04:3204:4206:0106:2912:0015:2117:5319:07
18 Ramadan 1436 H04:3304:4306:0106:2912:0015:2117:5319:07
19 Ramadan 1436 H04:3304:4306:0106:2912:0015:2117:5319:07
20 Ramadan 1436 H04:3304:4306:0106:2912:0015:2217:5419:07
21 Ramadan 1436 H04:3304:4306:0206:3012:0115:2217:5419:07
22 Ramadan 1436 H04:3304:4306:0206:3012:0115:2217:5419:08
23 Ramadan 1436 H04:3304:4306:0206:3012:0115:2217:5419:08
24 Ramadan 1436 H04:3404:4406:0206:3012:0115:2217:5419:08
25 Ramadan 1436 H04:3404:4406:0206:3012:0115:2217:5519:08
26 Ramadan 1436 H04:3404:4406:0206:3012:0115:2317:5519:08
27 Ramadan 1436 H04:3404:4406:0206:3012:0115:2317:5519:08
28 Ramadan 1436 H04:3404:4406:0206:3012:0215:2317:5519:08
29 Ramadan 1436 H04:3404:4406:0206:3012:0215:2317:5519:08
* Sumber : Jadwal Imsakiyah Kemeneg (kemeneg.go.id)

Jadwal Imsakiyah 2020 diatas adalah untuk daerah DKI Jakarta bersama sekitarnya. Dan tentunya berbeda antara jadwal imsakiyah bandung, jadwal imsak surabaya, makasah, lampung, jadwal imsakiyah denpasar, bersama berbagai jawal imsakiyah setiap kota di indonesia tentunya berbeda-beda. Maka dari itu, lihatlah jadwal imsakiyah sesuai dengan lokasi maupun tempat tinggal Anda.