Monday, January 20, 2020

Khutbah Jum'at Tentang Kewajibab Menuntut Ilmu Bagi Seorang Muslim

Assalamu'alaikum. berbahaya Setelah beberapa hari yg lalu kami sempat berbagi contoh khutbah jum'at tentang shalat, maka dipertemuan kali ini kami atas mengangkat topik Khutbah Jum'at dengan tema yg berbeda, berbahaya yakni tentang Kewajiban Menuntut Ilmu bagi Setiap Muslim.

Pepatah mengatakan "Carilah Ilmu walaupun ke Negeri China" ya betapapun jauhnya jarak untuk menuntut ilmu tidak menjadi suatu alasan. Karena ilmu sangatlah penting dalam kehidupan ini. Semua hal angsal kita jalankan dengan berbahaya gembur apabila kita tahu ilmunya.

Dan berikut adalah contoh khutbah jum'at tentang kewajiban menuntut ilmu selengkapnya. Silakan disimak baik-baik. 

Ilustrasi : Khutbah Sholat Jum'at tentang Kewajiban Menuntut Ilmu

Contoh Khutbah Jum'at Singkat, Padat dengan Berisi tentang Menuntut Ilmu

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْن نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ باِللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِى اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَه وَ مَنْ يُضْلِل فَلاَ هَادِيَ لَه
اشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه اَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا بَيْنَ يَدِى السَّاعَة
مَنْ يُطِيْعُ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يُعْصِيْهٍمَا فَإنَّهُ لا يَضُرُّ إلاَّ نَفْسَه وَلاَ يَضُرُّاللهَ شَيْئاً
اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَ عَلىَ آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَان إلَى يَوْمِ الدِّيْن
أمَّا بَعْدُ :
فَاُوْصِيْكُمْ وَ إيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتْقَىَ وَ خَابَ مَنْ طَغَى
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـنِ الرَحِيْمِ
يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَ أنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
صَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ

Rasulullah SAW bersabda :
طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم (رواه البيهقى و ابن عدى
Artinya :
Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam.

Dalam kitab Ta’lim Muta’allim disebutkan bahwa ilmu terbagi dua yaitu:
1. Ilmu Haal
2. Ilmu Ghairu Haal

Yang Pertama ilmu Haal
Yaitu ilmu yg seketika itu mesti digunakan lalu diamalkan ketika berumur baligh, misalnya ilmu Fiqih dengan ilmu Tauhid. Dalam ilmu Fiqih misalnya dipelajari ilmu Ubudiyah dengan ilmu Muamalah.

Dalam ilmu Ubudiyyah misalnya dipelajari tata cara shalat beserta syarat dengan rukunnya, cara berwudhu dengan sebagainya. Dalam ilmu Muamalah dipelajari tentang barang-barang riba dengan seterusnya.

Kemudian dalam ilmu Tauhid yg dipelajari adalah mengenai ke-Esaan Allah beserta sifat-sifat-Nya yg wajib dengan yg muhal, kepercayaan kepada Malaikat, kitab-kitab Allah, para Rasul, hari kiamat dengan kepastian baik dengan buruk dari Allah. Demikian seterusnya secara bertahap, karena ilmu hal hukumnya wajib diamalkan sepanjang hidup.

Yang kedua adalah ilmu Ghairu Haal
Yaitu ilmu yg berfungsi sebagai ilmu kelengkapan hidup, misalnya ilmu kedokteran, ilmu kemasyarakatan, dengan ilmu-ilmu lain yg bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Jamaah Jumat yg dimulyakan Allah.
Ilmu memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Suatu negara tidak atas maju kalau penduduknya masih terbelakang dalam ilmu pengetahuan. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Jepang dengan lain-lain adalah negara-negara yg penduduknya sudah pernah maju dalam bidang ilmu pengetahuan. Berkat kemajuan ilmu mereka maju pula negaranya.

Pada zaman dahulu, Islam pernah menjadi jaya karena menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ketika itu lahirlah ilmuan-ilmuan Islam dari segala bidang, misalnya dalam bidang hukum kita mengenal Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dengan Imam Malik.

Dalam bidang Tauhid misalnya Abu Hasan al-‘Asy’ari dengan Abu Manshur al-Maturidi. Dalam bidang kedokteran misalnya; ar-Razy, ilmu pasti dengan Astronomi yaitu al-Khawarizmi, dalam ilmu Kimia Ibnu Hayyan, dalam ilmu sejarah; Ibnu Khaldun, dalam ilmu filsafat yaitu Ibnu Rusyd. Dan lain sebagainya.

Jamaah Jumat yg berbahagia
Ilmu Haal dengan ilmu Ghairu Haal adalah demi kebahagiaan di dunia dengan akhirat. Tidak lengkap bila bahagia di dunia tapi tidak bahagia di akhirat.
Sebaliknya kurang lengkap bila bahagia di akhirat tapi tidak bahagia di dunia.
Yang paling baik adalah “bahagia di dunia dengan bahagia di akhirat” sebagaimana firman Allah swt:

وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ الآخرةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
Artinya :
Dan carilah dengan apa yg sudah pernah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dengan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia (al-Qashash:77)

Mengenai iman dengan ilmu, Allah swt berfirman:

يَرْفَعِ اللهِ الّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُم وَالَذِيْنَ اُوتُوا العِلْمَ دَرَجَاتِ
Artinya :
Allah mengangkat orang-orang yg beriman dengan orang-orang yg berilmu beberapa derajat (al-Mujadilah 11)

Mengenai taqwa Allah swt berfirman:
اِنّ اَكْرَمَكُم عِنْدَ اللهِ اتْقَاكُم
Artinya :
Sesungguhnya orang yg paling mulia di sisi Allah adalah orang yg paling bertakwa. (al-Hujurat:13)

Orang-orang yg beriman, berilmu dengan bertaqwa, pastilah memiliki akhlak yg mulia karena dengan hakikatnya Rasulullah saw diutus untuk menyempurnakan akhlak yg mulia. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
اِنَّمَا بُعِثْتُ لاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلاَق
Oleh karena itu ; Buat apa pintar ilmu pengetahuan tapi akhlaknya tidak baik, lebih baik biasa-biasa saja tapi akhlaknya mulia.

Tapi yg paling baik adalah orang yg pintar dengan berakhlak mulia.

بَرَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ فِى القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ الآيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْم
أقُوْلُ قًوْلِي هَذَا وَأسْتَغْفِرُهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
******
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْن أحْمَدُهُ وَ أسْتَعِيْنُهُ وَأسْتَغْفِرُهُ وَ أتَوَكَّل عَلَيْهِ
وَأشْهَدُ ألاَّ اِلهَ إلاَّ الله لاَ شَرِيْكَ لَه وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَدًا رَسُوْلُ اللهِ
اَرْسَلَهُ بِالهُدَى وَ دِيْنِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلىَ دِيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْن وَمَنْ يُطِيْعُ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ فَقًدْ اِعْتَصَمَ باِلعُرْوَةِ الوُثْقًى وَسِعدَ فِى الاُوْلىَ وَ الاَخِرَةِ
وَمَنْ يُعْصِى اللهَ وَ رَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيْداً وَخَسِرَ خُسْرَانًا مُبِيْناً
وَاَسْئَلَنِي وَاِيَّاكُمْ مِمَّنْ يُطِيْعُهُ وَ يُطِيْعُ رَسُوْلَهُ وَيَتْبَعُ رِضْوَانَهُ وَيَتَجَنَّبُ سُخْطَهُ فَاِنَّمَا نَحْنُ لَهُ وَ بِهِ
اُصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَعَلَى طَاعَتِهِ فَاِنَّ تَقْوَى اللهِ اَفْضَلُ مَا تَحَاثَ النَّاسُ عَلَيْهِ وَتَدَاعَوْا اِلَيْهِ وَتَوَاصَلُوْابِهِ
وَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ تَعَالَى صَلَّى نَبِيَّهُ قَدِيْمًا وَبَدأ بِنَفْسِهِ تَعْلِيْمًا وَقاَلَ:
اِنَّ اللهَ وَمَلائِكًتًهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَاأيُّهَاالَّذِيْن َآمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ اَرِنَا الحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَه وَاَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَه
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْن وَالمُسْلِمَات وَالمُؤْمِنِيْن وَالمُؤْمِنَات الأحْيَاءِمِنْهُمْ وَالأمْوَات بِرَحْمَتِكَ يَاأرْحَم َالرَّاحِمِيْن
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنا الَّذِيْن سَبَقُوْنَ بِالإيْمَان وَلا َتَجْعَلْ فِي قُلُوْبِناَ غِلا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
رَبَّناَ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَة حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّار
عِبَادَالله … إنَّ اللهَ يَأمُرُكُمْ بِالعَدْلِ وَالإحْسَان وَإيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُم ْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذْكُرُوْاللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُاللهَ اَكْبَر اَقِيْمُوْا الصَّلاَةَ

Teman-teman, itulah contoh khutbah jum'at yg singkat dengan padat namun tetap berisi tentang Kewajiban Menuntut Ilmu bagi Seorang Muslim. Semoga bisa dijadikan referensi bagi Anda yg khususnya minggu ini menjadi khotib sholat jum'at, dengan masih bingung mencari tema khutbah.

Maka dengan adanya contoh khutbah jum'at ini, angsal memudahkan Anda dalam menyiapkan materi khutbah. Terima kasih, semoga bermanfaat. Amien Ya Rabbal 'Alamiin.

No comments:

Post a Comment