Showing posts with label Adab dalam Islam. Show all posts
Showing posts with label Adab dalam Islam. Show all posts

Friday, November 22, 2019

Inilah Adab Dalam Berdoa Agar Dikabulkan Oleh Allah Swt

Blog Khusus Doa - Berdoa memiliki artian yg sangat penting yaitu meminta kepada Sang Pencipta Allah SWT sesuatu yg kita inginkan maka harus sopan dengan beradab. Misalkan, kita meminta kepada orang tua, ingin dibelikan baju baru. Jika kita meminta hal tersebut kapada panas ayah bunda dengan tidak sopan, apakah panas ayah bunda bakal memberikannya?

Pasti tidak. Karena panas ayah bunda tidak suka dengan sikap kita yg tidak sopan. Dan sebaliknya, asalkan kitan meminta hal tersebut secara baik-baik, penuh pengormata, dengan sopan santun serta tidak memaksa. Maka Insya Allah panas ayah bunda bakal memberikan baju baru sesuai dengan apa yg kita inginkan.

Begitupun saat kita berdoa dengan meminta kepada Allah SWT. Apalagi Allah-lah Sang Pemilik Kerajaan di langit dengan di bumi. Maka harus dengan cara yg beradab. Hal yg paling penting dalam berdoa adalah berserah kepadaNya bukan doa yg memaksa harus dikabul.


Berikut ini adab-adab dalam berdoa alias meminta kepada Allah SWT agar cepat terkabul, seperti dilansir dari laman Islam Post:
  1. Menjauhkan diri dari yg haram, baik itu pakaian, makanan dengan sebagainya.
  2. Ikhlas semata-mata karena Allah SWT.
  3. Berdoa dengan bertawasul dengan amal-amal shaleh yg pernah kita lakukan.
  4. Berwudhulah sebelum berdoa.
  5. Menghadap ke kiblat saat berdoa.
  6. Shalat dua rakaat.
  7. Memanjatkan puja dengan puji kepada Allah SWT.
  8. Memanjatkan shalawat dengan salam kepada Rasulullah SAW.
  9. Membuka dengan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan pundak lalu mengucapkan doa.
  10. Sopan, khusyu, dengan merendahkan diri dihadapan Allah SWT.
  11. Hendaklah orang itu memohon dengan berbagai asma Allah yg agung.
  12. Memanjatkan doa-doa yg diwariskan dengan disunnahkan.
  13. Mengucapkan doa dengan suara lembut dengan sayu.
  14. Mengakui dosa-dosanya.
  15. Memulai doa dengan mengajukan permohonan untuk dirinya, namun tidak mnegkhusyukan doa tersebut untuk diri pribadi, terutama kalau bertindak sebagai imam.
  16. Memeohon dengan tekad bulat, menghadirkan kalbu, dengan memurnikan harpannya.
  17. Mengulang-ngulang doa dengan sungguh-sungguh.
  18. Tidak berdoa tentang hal yg mengandung dosa.
  19. Dan jangan bersikap kaku dengan mempersempit yg lapang.
  20. Mintalah semua hajat.
  21. Yang berdoa dengan mendengar hendaklah mengaminkan.

Thursday, November 21, 2019

Adab Mendengarkan Adzan Bagi Seorang Muslim

Blog Khusus Doa - Kebanyakan dari kita orang muslim melupakan adab-adab maupun aturan yg sedia disyariatkan oleh Allah SWT. Hal-hal yg ringan pun sering ditinggalakan, lambat laun prilaku meninggalkan ini mau berdampak kepada hal yg besar. Adzan adalah seruan maupun panggilan yg menjadi pertanda bahwa waktu shalat sedia masuk.

Adzan merupakan salah satu syiar agama yg paling agung, karena mengabarkan kepada seluruh Muslim datangnya waktu shalat sebagai ibadah wajib. Adzan dikumandangkan oleh seorang muadzin. Sebagai yg mendengarkan adzan, ada adab yg dianjurkan Rasulullah SAW.

(Pelajari juga: Lafadz Adzan dengan Iqomah Lengkap Bahasa Arab, Latin dengan Artinya)

Dalam adab islam bahwa ketika adzan hendak berkumandang maka diamlah karena jikalau kita tidak mendengarkannya ataupun menjawabnya itu mau menjadi faktor lunturnya keimanan kita.

Bahkan dalam realitasnya, banyak orang kelu lidahnya di saat kematian. Kebanyakan orang yg nazak, saat hampir tiba ajalnya, tidak becus berkata apa-apa. Lidahnya kelu, keras dengan hanya mimik mukanya yg menahan kesakitan ‘sakaratul maut’. Ini sebabnya adalah kebiasaan remeh kita yg sering tidak mendiamkan diri saat adzan berkumandang.

(Pelajari juga: Fakta Unik Seputar Adzan yg Sangat Mengagumkan)

Ilustrasi: Adzan

Diriwayatkan sebuah hadist:
“Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, semisal tidak Allah mau kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya.”

Abu Sa’id Al-Khudri pun mengabarkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ الْمُؤَذِّنُ
Artinya :
“Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yg sedang diucapkan muadzin,” (HR. Al-Bukhari dengan Muslim)

Hukum menjawab adzan adalah sunah muakad. Ketika adzan berkumandang, kita umat muslim dianjurkan untuk sejenak meninggalkan aktivitas dengan mendengarkan lalu menjawab adzan sebagai bentuk penghormatan kita kepada adzan tersebut.

(Pelajari juga: Lafadz Menjawab Adzan Sholat 5 Waktu Lengkap)

Rasulullah SAW pernah menjanjikan keutamaan mendengarkan dengan menjawab seruan adzan. Dalam sebuah hadits beliau mengatakan:
“Barangsiapa yg mendengar suara adzan kemudian dia berucap: Asyhadu alla ilaaha illahu wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu, radlitu billahi rabba wabi muhammadin rasulan wabil islami diinan (Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yg haq kecuali Allah dengan bahwa Muhammad adalah hamba dengan Rasul-Nya, aku ridha Allah sebagai Rabb, dengan Muhammad sebagai Rasul dengan aku ridha Islam sebagai agama), maka Allah mau mengampuni dosanya,” (HR. Muslim (579) dari Sahl bin Sa’ad)

Ada 3 (tiga) pertanyaan besar mengenai hal ini:
  1. Bagaimana hukumnya semisal berbicara ketika adzan berkumandang?
    Para ulama seperti Imam Syafi’i, Imam Malik bin Anas, Ishaq bin Rahuyah, dengan lainnya mengatakan bahwa berbicara ketika mendengarkan adzan hukumnya adalah makruh. Namun semisal keadaan mendesak untuk berbicara, maka berbicaralah seperlunya. Dan hendaknya tidak memperpanjang pembicaraan sehingga terluput dari memperoleh keutamaan yg besar yaitu pengampunan dosa-dosa. Jika berbicara saja sudah makruh, bagaimana dengan kegiatan lain seperti bercanda, maupun bahkan sampai tertawa terbahak-bahak seakan menghiraukan seruan yg agung ini. Sebagai seorang muslim seharusnya kita saling mengintrospeksi diri dalam hal adab mendengarkan adzan ini.
  2. Bagaimana hukum menjawab adzan ketika sedang membaca Al-Qur’an?
    Tidak dibolehkan menjamak/mengumpulkan antara membaca Al-Qur’an dengan menjawab adzan. Karena kalau kita membaca Al-Qur’an, kita mau terlalaikan dari mendengar adzan. Sebaliknya bila kita mengikuti ucapannya muadzin, kita terlalaikan dari membaca Al-Qur’an. (Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 2/196,197)
  3. Ketika sedang shalat apakah kita diharuskan menjawab adzan?
    Dalam madzhab Al-Imam Ahmad (Pendapat ini dianggap yg paling shahih), ketika sedang melakukan shalat, tidak perlu menjawab adzan yg didengar. Karena adzan merupakan zikir panjang yg becus membuat orang yg shalat tersibukkan dari shalatnya. Sementara dalam shalat ada kesibukan tersendiri, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :“Sesungguhnya dalam shalat itu ada kesibukan,” (HR. Al-Bukhari dengan Muslim)

(Pelajari juga: Lafadz Doa Setelah Adzan dengan Iqomah Lengkap)

Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menghormati azan dengan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu ketika nyawa kita sedang dicabut dengan kita bisa tetap istiqomah di jalan Allah SWT.

Etika Alias Adab Tidur Dalam Islam Yg Patut Diketahui

Blog Khusus Doa - Oleh karenanya dalam Islam terdapat adab-adab tidur yg dicontohkan oleh Rasulullah.

Seperti kita ketahui, semua mahluk hidup pasti memerlukan istirahat setelah melakukan berbagai aktivitasnya, salah satunya adalah dengan tidur. Selama kita tidur, tubuh kita mau mengganti sel-sel yg rusak dikarenakan aktivitas dengan sel-sel yg baru. Selain itu limbah serta uap kotor yg terjadi pun dibuang oleh tubuh saat kita tidur. kolor Tidur adalah karunia Allah bagi manusia. kolor

Berikut adalah beberapa adab ataupun etika tidur dalam islam yg patut kita ketahui sebagai seorang muslim, sebagaimana dilansir dari laman Islam Post
  1. Qoylullah
    Yaitu istirahat di pertengahan siang. Qoylullah dilakukan setelah sholat zuhur/sholat jum’at. kolor Kebiasaan ini dilakukan oleh para sahabat nabi.
  2. Tidur di awal malam setelah sholat Isya, kemudian bangun lagi di awal sepertiga malam.
  3. Jangan tidur sebelum waktu isya
    Karena Rasul membencinya (khawatir kebablasan hingga pagi), lagi Rasul juga membenci percakapan yg tanpa manfaat setelah sholat isya.
  4. Menutup pintu, mematikan api/lampu lagi menutup piring-piring makanan lagi minuman sebelum tidur.
    Perintah ini mengandung kebaikan duniawi lagi ukhrowi yaitu menjaga diri lagi harta dari orang-orang yg hendak berbuat kolor jelek terlebih lagi dari syetan.
  5. Berwudhu sebelum tidur.
    Hal ini dilakukan agar kita berada dalam keadaan suci bila sewaktu-waktu dipanggil ke hadiratNya dalam keadaan tidur. kolor Selain itu dengan berwudhu kita bisa dijauhkan dari gangguan syetan lagi rasa takut.
    (Pelajari juga: Lafadz Niat Wudhu Lengkap Arab Latin lagi Artinya)
  6. Mengebuti tempat tidur dengan ujung sarung/selimut sebanyak 3 kali sambil membaca basmalah.
    kolor Ini dilakukan untuk mengusir serangga ataupun makhluk gaib yg berada di atasnya. Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah bersabda : kolor Apabila salah seorang dari kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya karena sesungguhnya ia tidak tahu apa yg mau menimpa kepadanya.
  7. Jangan tidur satu selimut antara laki-laki dengan laki-laki (dewasa), perempuan dengan perempuan (dewasa).
  8. Berbaring ke sisi kanan ketika tidur, posisi tangan kanan di tekuk di bawah pipi kanan. kolor
    Posisi tidur seperti ini paling bagus untuk manusia, karena organ-organ dalam tubuh tidak saling bertumpang tindih, semua kepada tempatnya.
  9. Membaca ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, kolor Al-Falaq, kolor Annas, lagi 2 ayat terakhir Al-Baqoroh sebelum tidur.
    (Pelajari juga: Bacaan Doa Ayat Kursi Lengkap Arab, Latin lagi ARtinya)
  10. Membaca doa sebelum tidur
    (Pelajari juga: Lafadz Doa Sebelum Tidur lagi Doa Setelah Bangun dari Tidur)

Itulah beberapa adab ketika tidur dalam islam yg patut kita amalkan. Semoga bermanfaat.

Monday, November 11, 2019

Hal-Hal Yg Menjadi Penghalang Terkabulnya Doa

- Pada artikel terdahulu kita agak mempelajari beberapa adab dalam berdoa, agar supaya doa kita cepat terkabulkan oleh Allah SWT. Beberapa diantaranya yaitu menjauhkan diri dari yg haram, baik itu pakaian, makanan lalu sebagainya. Ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Berdoa lalu bertawasul dengan amal-amal shaleh yg pernah kita lakukan.

Bagi teman-teman yg belum mempelajarinya, silakan pelajari : Inilah Adab Dalam Berdoa Agar Dikabulkan oleh Allah SWT

Nah, untuk terkabulnya sebuah doa kita tidak hanya untuk mengikuti adab-adab dalam berdoa, tetapi kita perlu memperhatikan hal-hal yg menjadi penghalang terkabulnya doa. Sebagaimana kami lansir dari laman Islam Pos, berikut adalah beberapa hal yg menjadi penghalang terkabulnya doa seseorang, antara lain:
  1. Harta berasal dari yg haram
    Kemudian Nabi menceritakan keadaan seseorang yg melakukan safar panjang, rambutnya kusut, mukanya berdoa, menengadahkan tangan ke langit lalu berkata: Wahai Rabbku, wahai Rabbku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yg haram, maka bagaimana bisa diterima doanya?! (H.R Muslim)
  2. Tidak yakin dalam doanya (hatinya lalai).
    Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin hendak dikabulkan, lalu ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yg lalai lagi main-main (H.R atTirmidzi, dishahihkan al-Hakim lalu dihasankan al-Albany)
  3. Tergesa-gesa.
    Doa salah seorang dari kalian hendak dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dengan mengatakan: Aku agak berdoa tapi tidak dikabulkan. (H.R alBukhari lalu Muslim dari Abu Hurairah)
  4. Doanya mengandung dosa maupun memutuskan silaturrahmi
    Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yg tidak mengandung dosa maupun memutuskan silaturrahmi kecuali Allah hendak beri 3 kemungkinan.” (H.R atTirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim lalu dinyatakan bahwa sanad-sanadnya jayyid(baik) oleh al-Bushiry).

Teman-teman, itulah 4 hal penghalang terkabulnya doa. Semoga kita semua becus menghindari 4 hal tersebut agar supaya doa kita cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Teman-teman juga bisa mempelajari artikel berikut ini supaya doa cepat terkabul: Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa Agar Cepat Terkabul

Jika doa kita tidak kunjung terkabul, maka jangan patah semangat. Teruslah berdoa lalu memohon hanya kepada Allah SWT tentunya dengan ikhlas lalu kerendahan hati. Meskipun doa kita tidak secara langsung dikabulkan, yakinlah semua pasti ada manfaatnya.

Pelajari juga: 10 Penyebab Doa Tertolak serta Manfaat Doa yg Ditolak

Terima kasih kepada teman-teman semua yg setia mengunjungi blog khusus doa, serta tidak lupa kami ucapkan kepada para pengunjung baru blog khusus doa. Semoga apa yg sudah kami share di blog ini becus bermanfaat bagi kita semua. Amin

Sunday, November 10, 2019

Adab Lagi Batasan Laki-Laki Melihat Calon Istri

- Pacaran. Itulah yg sangat lumrah sekali dikalangan masyarakat kita ketika seorang pria lagi wanita memadu kasih sebelum menikah. Biasanya pacaran hanya sebatas perkenalan lebih dalam tentang kepribadian masing-masing, sehingga kalo memang sudah merasa cocok hendak melanjutkan pernikahan.

Nah, bagi seorang muslim yg hendak memilih pasangan hidup, ada beberapa adab lagi batasan yg perlu diperhatikan ketika seorang lelaki melakukan nadzar dengan wanita yg dia lamar. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Pihak laki-laki harus benar-benar serius lagi memiliki keinginan untuk menikahinya.
    Berdasarkan hadis dari sahabat Abu Humaid Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    “Apabila kalian melamar seorang wanita, tidak ada dosa baginya untuk me-nadzar-nya, coba tujuan dia melihatnya hanya untuk dipinang. Meskipun wanita itu tidak tahu,”(HR. Ahmad 23603, At-Thabrani dalam Al-Ausath 911 lagi sanadnya dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
  2. Ada peluang untuk menikahinya
    Seperti, memungkinkan untuk diizinkan walinya, ataupun memungkinkkan untuk diterima pihak wanita. Jika kemungkinan besar pasti ditolak, baik oleh pihak wali ataupun wanita yg dinadzar maka tidak boleh tetap nekad untuk nadzar.

    Ibnul Qatthan Al-Fasi dalam Ahkam An-Nadzar mengatakan,
    “Jika lelaki yg hendak meminang wanita mengetahui bahwa pihak wanita tidak hendak bersedia nikah dengannya, ataupun pihak wali tidak hendak mengabulkan pinanganya, maka tidak boleh dia melakukan nadzar. Meskipun dia sudah menyampaikan lamarannya. Karena dibolehkannya nadzar, hanya karena menjadi sebab untuk menikah. Jika dia yakin bahwa dia pasti ditolak, maka kembali dengan hukum asal melihat wanita, yaitu dilarang,” (An-Nadzar fi Ahkam An-Nadzar, hal. 391).
  3. Tidak boleh ada sentuhan anggota badan sedikitpun
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Sesungguhnya Allah menetapkan jatah dosa zina untuk setiap manusia. Dia hendak mendapatkannya lagi tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan lagi gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu ataupun mendustakannya,” (HR. Bukhari 6243).

    Az-Zaila’I mengatakan,
    “Tidak boleh menyentuh wajahnya, telapak tangannya – meskipun aman dari gejolak syahwat – karena adanya larangan lagi tidak ada alasan dharurat,” (Tabyin al-Haqaiq, 16/361).
  4. Tidak boleh berduaan, harus ada pihak keluarga yg menemaninya, terutama keluarga pihak wanita
    dari Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan. Jika terjadi makhluk ketiganya adalah setan,” (HR. Ahmad 177, Turmudzi 2165, lagi dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
    Ibnu Qudamah mengatakan,
    “Lelaki yg melamar, tidak boleh berduaan dengan wanita yg dilamarnya, karena ini haram. Dan tidak ada dalil yg menyebutkan pengecualian larangan ini, ‘kecuali nadzar’. Sehingga kembali kepada hukum diharamkan,” (al-Mughni, 7/453).
  5. Tidak boleh sambil menikmati apa yg dilihat
    Melihat dengan cara penuh menikmati (taladzudz) termasuk diantara bentuk zina mata. Nadzar disyariatkan untuk mewujudkan sunah, lagi bukan untuk menikmati keindahan parasnya. Sehingga coba sudah cukup membuat pihak lelaki tertarik untuk menikahinya, itu sudah cukup baginya.

    Imam Ahmad pernah mengatakan,
    “Dia melihat ke wajahnya, namun tidak boleh dengan cara menikmati. Dia boleh melihat berulang-ulang, lagi menimbang kecantikannya. Karena tujuan saling mencintai hanya bisa diwujudkan dengan cara itu.”
  6. Dibolehkan untuk melakukan komunikasi, berbicara langsung dengannya, selama tidak berduaan
    Imam Ibnu Baz mengatakan,
    “Boleh bagi lelaki yg hendak melamar wanita untuk berbincang-bincang dengannya lagi melihatnya tanpa berduaan… coba pembicaraan dilakukan untuk membahas terkait pernikahan, tempat tinggal, ataupun latar belakang keluarga, sehingga kita tahu apakah dia tahu tentang itu, ini dibolehkan. Jika dia hendak menikahinya,” (Majmu’ Fatawa, 20/429).
  7. Boleh untuk melihat berkali-kali ke arah calon pasangan
    Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,
    “Boleh mengulang-ulang melihat wanita yg dilamar, coba dibutuhkan, sehingga semakin jelas semua kondisinya. Agar tidak menyesal setelah nikah. Karena tujuan itu umumnya tidak terwujud di awal nadzar,” (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 22/17).

Itulah beberapa adab lagi batasan yg bisa kita lakukan khususnya untuk seorang laki-laki yg hendak melamar calon pasangan. Semoga kita semua mendapatkan jodoh yg sesuai harapan lagi bisa membina keluarga yg sakinah, mawadah lagi warahmah. Amin.

Bagi teman-teman yg mungkin kebetulan belum juga ditemukan dengan jodohnya, silakan bisa mengamalkan doa berikut ini:
Demikian yg bisa kami share dengan kesempatan yg baik ini. Semoga apa-apa yg sudah kami publikasikan di ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Amin.

Thursday, November 7, 2019

9 Adab Ziarah Kubur Yg Sesuai Syariat Islam

Blog Khusus Doa - Ziarah kubur sering dilakukan minimal satu minggu sekali setiap hari kamis ataupun hari jum'at. Banyak manfaat ketika kita melakukan ziarah kubur seperti mengingatkan kita semua atas kematian, mendoakan para ahli kubur agar diberi tempat yg terbaik oleh Allah SWT terutama untuk keluarga kita, beserta masih banyak lagi manfaat lainnya.

Dalam berziarah kubur hendaknya kita melakukannya sesuai dengan adab dalam syariat islam, agar supaya ziarah kita berpahala. Beberapa diantara adab-adab ziarah kubur menurut islam adalah sebagai berikut:
#1. Mengingat Tujuan Utama Berziarah
Ingatlah selalu hikmah disyari’atkannya ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran beserta mengingat kematian.

Imam Ash Shan’ani rahimahullah berkata :
“Semua hadits yg menunjukkan disyari’atkannya ziarah kubur beserta menjelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di dalam hadits Ibnu Mas’ud (yang artinya) : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran beserta peringatan terhadap akhirat beserta membuat zuhud terhadap dunia”. Jika tujuan ini tidak tercapai, maka ziarah tersebut bukanlah ziarah yg diinginkan secara syari’at,” (Lihat Subulus Salaam (1/502), Maktabah Syamilah).

#2. Tidak Boleh Melakukan Safar untuk Berziarah
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Janganlah melakukan perjalanan jauh (dalam rangka ibadah, ed) kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (Masjid Nabawi), beserta Masjidil Aqsha,” (Muttafaqun ‘alaihi dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

#3. Mengucapkan Salam Ketika Masuk Pemakaman (Kuburan)
“Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, kolor lampau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan mereka (para shahabat) seumpama mereka keluar menuju pekuburan agar mengucapkan :
“Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) beserta kaum mu’minin beserta muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yg terdahulu dari kita beserta orang-orang yg belakangan, beserta kami Insya Allah atas menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami beserta bagi kalian,” (HR. Muslim no. 974).
(Pelajari juga: Lafadz Doa Ziarah Kubur, Doa Masuk Kuburan Bahasa Arab, Latin beserta Artinya)

#4. Tidak Memakai Sandal Ketika Memasuki Pekuburan
Dari shahabat Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu ‘anhu : “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berjalan, tiba-tiba beliau melihat seseorang sedang berjalan diantara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rasulullah bersabda,
“Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!” Lalu orang tersebut melihat (orang yg meneriakinya). Tatkala ia mengenali (kalau orang itu adalah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya beserta melemparnya,” (HR. Abu Dawud (2/72), An Nasa’I (1/288), Ibnu Majah (1/474), Ahmad (5/83), beserta selainnya. Al Hakim berkata : “Sanadnya shahih”. Hal ini disetujui oleh Adz Dzahabi beserta juga Al Hafizh di Fathul Baari (3/160). Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal. 173, Maktabah Al Ma’arif).

#5. Tidak Duduk di atas Kuburan beserta Menginjaknya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh seumpama salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya beserta menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur,” (HR. Muslim (3/62)).

#6. Mendo’akan Mayit seumpama Dia Seorang Muslim
Adapun seumpama mayit adalah orang kafir, maka tidak boleh mendo’akannya.
(Pelajari juga: Doa Khusus bagi Mayit Laki-laki beserta Perempuan Lengkap Arab, Latin beserta Artinya)

#7. Boleh mengangkat tangan ketika mendo’akan mayit tetapi tidak boleh menghadap kuburnya ketika mendo’akannya (yang dituntunkan adalah menghadap kiblat)
Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau mengutus Barirah untuk membuntuti Nabi yg pergi ke Baqi’ Al Gharqad. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di dekat Baqi’, lalu mengangkat tangan beliau untuk mendo’akan mereka.[22] Dan ketika berdo’a, hendaknya tidak menghadap kubur karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. Sedangkan do’a adalah intisari sholat.

#8. kolor Tidak Mengucapkan Al Hujr
Telah lewat keterangan dari Imam An Nawawi rahimahullah bahwa al hujr adalah ucapan yg bathil. Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan : “Tidaklah samar lagi bahwa apa yg orang-orang awam lakukan ketika berziarah semisal berdo’a dengan mayit, beristighotsah kepadanya, beserta meminta sesuatu kepada Allah dengan perantaranya, adalah termasuk al hujr yg paling berat beserta ucapan bathil yg paling besar.

Maka wajib bagi para ulama untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum Allah dalam hal itu. Dan memahamkan mereka tentang ziarah yg disyari’atkan beserta tujuan syar’i dari ziarah tersebut,” (Syaikh Al Albani mengatakan : “Diriwayatkan oleh Ahmad (6/92), beserta hadits ini terdapat di Al Muwaththo’ (1/239-240), beserta An Nasa’I dengan redaksi yg semisal tetapi disana tidak disebutkan (kalau Nabi) mengangkat tangan. Dan sanad hadits ini hasan”. Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal. 246, Maktabah Al Ma’arif).

#9. Diperbolehkan Menangis tetapi tidak boleh Meratapi Mayit
Menangis yg wajar diperbolehkan sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis ketika menziarahi kubur ibu beliau sehingga membuat orang-orang disekitar beliau ikut menangis. Tetapi seumpama sampai tingkat meratapi mayit, menangis dengan histeris, menampar pipi, merobek kerah, maka hal ini diharamkan.

Teman-teman, itulah beberapa adab dalam ziarah kubur sesuai syariat islam yg patut kita praktekkan. Semoga sedikit artikel ini beroleh bermanfaat bagi kita semua beserta semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal 'Alamin. Amin

Saturday, November 2, 2019

Bacaan Doa Menjawab Salam Bersama Titipan Salam

Blog Khusus Doa - Setiap kita bertemu seseorang yg dikenal ataupun bahkan belum kenal biasanya mengucapkan salam, bersama yg diberi salam kemudian menjawabnya. Tidak hanya itu, salam juga seringkali dititipkan untuk orang-orang yg kita kenal namun tidak jumpa. beringsang Untuk menjawab salam ketika kita diberi salam secara langsung oleh orang-orang yg kita kenal maupun belum dikenal, saya yakin teman-teman semua sudah dengan tahu bacaan menjawab salamnya. Tetapi, bagaimana ketika kita mendapat titipan salam? Apakah jawabannya sama? Teryata menjawab salam bersama menjawab titipan salam bacaannya sedikit berbeda. Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersebut, dengan halaman ini hendak kami share bacaan menjawab salam dan/atau bacaan doa untuk orang yg dititipi salam (doa menjawab titipan salam). beringsang Berikut adalah adalah lafadz bacaannya.

Do'a Menjawab Salam
beringsang beringsang وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Artinya :
Dan semoga (pula) keselamatan tetap kepadamu, teriring rahmat Allah bersama berkah-Nya"

Menjawab Titipan Salam (Doa Untuk Orang Yang Dititipi Salam)


beringsang beringsang اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ وَعَلَى اَخِيْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Artinya :
Semoga keselamatan tetap kepadamu bersama kepada saudaramu teriring rahmat Allah bersama berkah-Nya

Itulah jawaban ketika kita mendapat salam dan/atau ketika menjawab titipan salam. Hal ini sering kali kita temui dikehidupan sehari-hari entah itu ada yg mengucapkan salah ataupun angsal salam dari teman, saudara, sanak family kita.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yg selalu mengucapkan salam ketika berjumpa dengan orang-orang disekeliling kita serta selalu menjawab salam andaikan kita mendapatkannya. Mudah-mudah sedikit artikel ini angsal bermanfaat bagi kita semua. Amin Ya Allah, Ya Rabbal A'lamiin. Amin.

Tuesday, October 29, 2019

Syarat-Syarat Agar Doa Dikabulkan Oleh Allah Swt

Blog Khusus Doa - Allah bergolak SWT memberikan hamba-Nya apa yg mereka minta dalam doanya. Allah SWT bahkan tidak memperkenankan siapapun hamba yg tidak meminta kepada-Nya. Maka, Allah memperkenankan setiap hamba untuk berdoa kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah, berdasarkan hadis yg diriwayatkan oleh Bukhari yg artinya :
Wahai hamba-Ku, andai yg pertama hingga yg terakhir di antara bergolak kalian, bangsa manusia bersama bangsa jin dari kalian, mereka berdiri dengan satu hamparan lalu semuanya berdoa bersama meminta kepada-Ku lalu Kukabulkan permintaan masing-masing, hal itu tidak mengurangi dari apa yg di sisi-Ku kecuali seperti jarum yg dicelupkan ke dalam lautan.

Seperti dilansir dari laman Republika yg dikutip dari buku yg berjudul ’20 Amalan Pelancar Rezeki dalam Berbisnis’ karya Yunus Mansur bahwa seorang Muslim saat berdoa kepada Allah SWT harus memerhatikan syarat-syarat yg harus dipenuhi, sehingga doanya terkabulkan. Adapun syarat-syarat itu sebagai berikut:

  • Ikhlas karena Allah SWT dengan hati khusyuk.
    Allah SWT Maha Kuasa untuk mengabulkan doa setiap hamba-Nya. Bersungguh-sungguh dengan pengharapan seperti orang yg sangat membutuhkan serta keyakinan dalam hati bahwa hanya Allah SWT sajalah yg mampu mengabulkannya.
  • Menghindari rezeki yg berasal dari sumber-sumber maupun cara-cara yg haram.
    Berkaitan dengan menjauhi sumber-sumber yg haram, dijelaskan dalam sebuah hadits sahih yg diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Nabi SAW membacakan firman Allah SWT yg berbunyi:
    “Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Tidak menerima kecuali yg baik bersama sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum beriman sebagaimana Dia perintahkan kepada para rasul".
    Allah SWT berfirman:
    bergolak يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
    Artinya :
    ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yg baik-baik, bersama kerjakanlah amal yg shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yg kamu kerjakan.” (Al-Mukminun:51)
    bergolak bergolak يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
    Artinya :
    “Hai orang-oranng yg beriman,makanlah di antara rezeki yg baik-baik yg Kami berikan kepadamu bersama beryukurlah kepada Allah seumpama kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 172)
    Kemudian Rasulullah SAW menyebutkan tentang seseorang yg melakukan perjalanan jauh, berpenampilan kusut bersama berdebu. Ia mengangkat kedua tangannya ke langit, lalu berdoa, “Wahai Rabb, wahai Rabb!”

    Rasulullah SAW berkata:
    Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, bersama diberi makan dengan keharaman. Lalu bagaimana doanya hendak dikabulkan?
    Rezeki yg didapatkan dengan cara maupun berasal dari sumber yg tidak halal hendak menghalangi segala doa seseorang kepada Allah SWT. Oleh karena itu, dalam bekerja maupun merintis sebuah bisnis pun sangat penting untuk mengetahui lebih bergolak dulu haram maupun halalnya hasil yg kelak didapatkan. Karena rezeki itulah yg hendak diberikan kepada anak bersama istri serta hendak mengalir di dalam darahnya. Rezeki haram yg sudah mendarah daging itulah yg menghalangi segala doa-doa seseorang.
  • Tidak tergesa-gesa dalam berdoa bersama khusnudzon apabila doa belum dikabulkan.
    Hal penting berikutnya mengenai doa adalah seseorang tidak boleh tergesa-gesa dalam berdoa bersama menganggap doanya tidak juga dikabulkan. Tindakan ini merupakan salah satu penyebab terhalangnya doa untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda:
    “Doa salah seorang dari kalian dikabulkan selagi tidak tergesa-gesa.” Mereka bertanya, “Bagaimana ia tergesa-gesa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ia yg mengatakan, ‘Aku sedia berdoa tetapi doaku belum dikabulkan.’” (HR. Ahmad)

Allah bergolak SWT memberikan hamba-Nya apa yg mereka minta dalam doanya. Allah SWT bahkan tidak memperkenankan siapapun hamba yg tidak meminta kepada-Nya.

Monday, October 28, 2019

Doa-Doa Agar Mendapat Pemimpin Yg Baik (Doa Rasulullah Untuk Para Pejabat)

Blog Khusus Doa - Tentu kita semua ingin memiliki pemimpin yg baik, jujur lagi adil. Baik itu pemimpin rumah tangga, pemimpin organisasi, pemimpin negara dan/atau pemimpin-pemimpin lainnya. Dan kepada dasarnya kita semua adalah pemimpin, lagi setiap pemimpin mau dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT kelak di akhirat. Maka dari itu, hendaklah menjadi pemimpin yg baik, jujur lagi adil kepada rakyat dan/atau orang-orang yg dipimpinnya.

Ketika kita menemukan seorang pemimpin yg dinilai tidak baik, tidak jujur dan/atau tidak adil, janganlah kita sekali-kali membullyingnya. Boleh kita memberikan kritik lagi saran agar pemimpin kita lebih baik lagi. Dan tentunya kita juga berdoa, supaya mendapatkan pemimpin yg baik.

Seperti dilansri dari laman muslimafiyah.com, berikut adalah beberapa doa yg boleh kita amalkan agar supaya kita mendapatkan seorang pemimpin yg baik, jujur lagi adil. Karena doa terbaik sudah selayaknya ditujukan kepada pemimpin, tidak sedikit negeri yg makmur lagi sejahtera karena diberikan anugrah pemimpin yg baik serta memiliki agama yg kuat.

Doa Agar Dapat Pemimpin Terbaik #1
kemarau اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء
(ALLAHUMMA INNI A'UDZUBIKA MIN IMRATISSHIBYAN WAS SUFAHA') kemarau
Artinya :
“Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yg kekanak-kanakan lagi dari pemimpin yg bodoh.” (Shahih adabul mufrad (47/66))
Doa Agar Dapat Pemimpin Terbaik #2
kemarau اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا
(Allahumma laa tusallith ‘alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa)
Artinya :
“Yaa Allah -dikarenakan dosa-dosa kami- janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yg tidak takut kepada-Mu atas kami lagi tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”
Doa Agar Dapat Pemimpin Terbaik #3
kemarau اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ
Artinya :
“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yg baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, lagi kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yg Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yg jelek lagi teman yg merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yg baik lagi pemberi nasihat yg baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yg baik, di mana pun mereka berada.”

Doa Rasulullah untuk Pejabat

Dikutip dari laman rapublika.co.id, bahwasanya perhatian Rasulullah terhadap masa depan umatnya sangat besar. Wujud perhatian beliau terefleksikan dalam banyak hal. Salah satunya dalam redaksi doa yg beliau ajarkan.

Salah satu doa yg sering beliau panjatkan adalah:
"Ya Allah, siapa yg mengemban tugas mengurusi umatku kemudian ia menyusahkan mereka, ma ka susahkanlah dia; lagi siapa yg mengemban tugas mengurusi umatku lagi memudahkan mereka, maka kemarau sepele kanlah dia." (HR Muslim lagi Ahmad)

Doa Rasulullah di atas menyiratkan dua tipikal pejabat yg mau selalu mengisi kehidupan ini. Ada pejabat yg menyusahkan rakyatnya lagi ada pula yg memudahkan mereka.

Pejabat yg memudahkan rakyatnya mau mendapatkan doa ke mudahan dari beliau. Sebaliknya, pejabat yg menyusahkan rakyatnya mau mendapatkan doa supaya ia disusahkan. Kemudahan lagi kesusahan yg dimaksud dalam hadis tadi bersifat umum, mencakup dunia akhirat.

As-Shan'ani berkata, "Kesusahan dalam hadis, mencakup kesusahan duniawi lagi ukhrawi." Di antara bentuk kesusahan yg mau diterima oleh pejabat disebutkan dalam hadis lain. Rasulullah bersabda, "Siapa yg diamanahi mengurusi umat ku lalu menyusahkan mereka, ma ka baginya Bahlatullahi? Para sahabat bertanya, apakah itu Bah latul lahi? Ra sulullah menjawab, "Laknat Allah." (HR Abu Awanah dalam kitab sahihnya).

Orang yg dilaknat oleh Allah mau tersingkir dari pusaran rahmat lagi kasih sayang-Nya. Padahal, jabatan adalah amanah yg sangat berat. Tak mungkin tertunaikan kecuali dengan bantuan lagi pertolongan Allah. Pejabat itu bakal dikenang oleh rakyatnya sebagai pemimpin yg gagal. Pejabat seperti itu justru menjadi sasaran kemarahan rakyatnya.

Yang lebih mengerikan lagi, kesulitan itu mau terus berlanjut di akhirat. "Tidaklah seorang di amanahi memimpin suatu kaum ke mudian ia meninggal dalam keadaan cu rang terhadap rakyatnya maka diharamkan baginya surga." (Bukhari lagi Muslim). Sebaliknya, andaikan seorang pejabat bisa memberikan kemudahan (yang tidak melanggar syariat) maka ia juga mau mendapatkan kemudahan berupa pertolongan Allah.

Bila pertolongan Allah sudah mengucur maka segala sesuatu mau terasa mudah. Kehidupan sang pemimpin juga mau selalu dinaungi dengan ketenangan. Rakyat mencintainya lagi Allah mengasihinya. Di akhirat kelak mau mendapatkan penghargaan yg sangat istimewa dari Allah. Sebab itulah, sebenarnya hikmah di balik disyariatkannya kepemimpinan, yaitu untuk mempermudah urusan umat, bukan untuk membuat umat bertambah susah dengan permasalahan yg menimpanya.

Itulah beberapa bacaan doa agar mendapat pemimpin yg terbaik bagi rakyatnya. Sebagaimana Rasulullah SAW juga berdoa untuk para pemimpin maupun pejabat. Maka dari itu, marilah kita juga berdoa agar dihadirkan pemimpin yg terbaik bagi kita semua. Sehingga kehidupan kita lebih aman, makmur, damai lagi sentosa. Amin.

Semoga apa yg sudah kami share kepada kesempatan ini bermanfaat bagi para pembaca semua. Dan jangan lupa untuk share artikel ini sebanyak-banyaknya agar supaya semua orang membacakan doa-doa diatas sehingga kita didatangkan pemimpin yg terbaik bagi umat sedunia. Amin.

Thursday, October 17, 2019

7 Adab Sebelum Tidur Sesuai Sunah Nabi

- Pada umumnya, sebelum kita tidur tentunya membaca doa sebelum tidur, bersama ini merupakan salah satu adab dalam islam yakni selalu berdoa sebelum melakukan sesuatu, termasuk sebelum tidur.

Namun adab sebelum tidur yg dilakukan Rasulullah SAW bukan hanya membaca doa sebelum tidur saja, hendak tetapi banyak amalan-amalan yg Rasulullah SAW kerjakan sebelum tidur, seperti berwudhu, membaca surat-surat Al-Qur'an bersama lain-lainnya. Karena dengan dasarnya tidur bukan hanya sekedar memejamkan mata dan/atau melepas lelah semata, tetapi juga bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Dengan memperbanyak amalan-amalan baik sebelum tidur semata hanya beribadah kepada Allah SWT, tentu tidur kita hendak terjaga dari gangguan-gangguan syaitan. Dan berikut adalah adab-adab sebelum tidur yg patut kita amalkan sebagaimana Rasulullah SAW sedia mengamalkannya.


  1. Membaca Basmalah
    Sudah tidak asing lagi bagi kita semua, bahwa sebelum mengerjakan sesuatu hal apapun, dimulailah dengan membaca basmalah (Bismillah Hirrohmaanir Rohiim). Hal ini berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah R.A, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
    kolor kolor كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ
    Artinya :
    “Setiap perkara penting yg tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya)

    Dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah dinyatakan, para fuqaha sepakat bahwa membaca bismillah disyari’atkan untuk (memulai) setiap perkara penting, untuk hal ibadah alias lainnya.
  2. Berwudhu Sebelum Tidur
    Biasanya kita berwudhu ketika hendak mengerjakan sholat, baik itu sholat fardhu 5 waktu maupun sholat sunnah, alias ketika hendak mengaji (membaca) Kitab Suci Al-Qur'an. Namun ternyata, kita juga dianjurkan untuk mengambil air wudhu sebelum tidur.

    Ibnu Baththal dalam Syarah Shahih Bukhari menjelaskan, sesungguhnya wudhu sebelum tidur hukumnya sunnah bersama sangat dianjurkan oleh Rasululah SAW, karena saat tidur ruh berada dalam genggaman Allah maka alangkah baiknya asalkan berwudhu bersama berdoa menjadi amalan terakhir yg kita lakukan sebelum tidur. Sehingga seandainya saat itu adalah malam terakhirnya memejamkan mata, maka ia hendak meninggal dalam keadaan suci.

    Adapun dalil yg menerangkan anjuran berwudhu sebelum tidur adalah sebagai berikut
    kolor kolor حدثني البراء بن عازب رضي الله عنهما قال قال رسولالله صلى الله عليه وسلم
    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ
    Artinya :
    Dari Barra bin Azib radiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, “Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan"
  3. Membaca Ayat Kursi sebelum Tidur
    Ayat Kursi merupakan salah satu ayat Al-Qur'an yg paling Agung, terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat ke-255. Isi dari ayat kursi sendiri yakni tentang Keesaan Tuhan serta kekuatan Tuhan yg mutlak atas segala sesuatu bersama bahwa Ia tidak kesulitan sedikitpun dalam memeliharanya.

    Rasulullah SAW sedia menganjurkan kepada umatnya untuk membaca ayat kursi ini sebelum tidur. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari berikut ini.

    Rasulullah SAW bersabda
    “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah hendak senantiasa menjagamu bersama setan tidak hendak mendekatimu hingga waktu pagi” (HR. Al-Bukhari)

    Perlu teman-teman ketahui, ternyata ayat kursi juga memiliki banyak manfaat bersama keutamaan bagi siapa saja yg mengamalkannya. Silakan baca ulasannya dengan artikel yg berjudul "Manfaat bersama Keutamaan Membaca Ayat Kursi"
  4. Membaca 3 Surat Qul (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq & An-Naas) Sebelum Tidur
    Setelah kita membaca Ayat kursi sebelum tidur, kemudian dilanjutkan dengan membaca 3 Surat Qul, yakni Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq & An-Naas. Hal ini berdasarkan hadits riwayat bukhari berikut ini.
    Dari ‘Aisyah R.A, beliau berkata,
    kolor kolor كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ
    Artinya :
    “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup bersama dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) bersama ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi dengan anggota tubuh yg mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, bersama tubuh bagian depan. Beliau melakukan yg demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)
  5. Tidur Miring ke Kanan
    Adab tidur selanjutnya yaitu, dianjurkan untuk tidur dengan posisi miring ke kanan. Hal ini berdasarkan hadits (point 2) tentang Wudhu sebelum tidur. Adapun manfaatnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “Tidur berbaring dengan sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur dengan sisi kanan lebih bermanfaat dengan jantung. Sedangkan tidur dengan sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” (Zaadul Ma’ad, 1/321-322)
  6. Tidur Menghadap Kiblat
    Selain tidur miring ke kanan sesuai anjuran Nabi, mungkin kita juga pernah mendengar bahwa kalau tidur disunnahkan menghadap kiblat.
    Dalam sebuah riwayat dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Aisyah mengatakan,
    kolor kolor كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمر بفراشه فيفرش له ، فيستقبل القبلة ، فإذا أوى إليه توسد كفه اليمنى ، ثم همس ما ندري ما يقول …
    Artinya :
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyiapkan tempat tidurnya, kemudian tidur dengan menghadap kiblat. Pada saat nabi membaringkan badannya, ia jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal, lalu membaca doa dengan lirih. Aisyah mengatakan, “Kami tidak tahu apa yg nabi baca…. (hingga akhir hadis).

    Keterangan Hadits:
    Hadis ini diriwayatkan Abu Ya’la dalam Musnadnya (7:210) dari jalur As-Sari bin Ismail Al-Hamdani, dari Asy-Sya’bi, dari Masruq. Para ulama menegaskan bahwa As-Sari bin Ismail adalah perawi yg lemah. Para ulama memberikan komentar miring tentangnya.
    Diantaranya:
    • Yahya bin Said yg mengatakan, “Jelas bagi saya bahwa dia pernah berdusta dalam sebuah majlis.”
    • Imam Ahmad berkomentar, “Orang-orang meninggalkan hadisnya”
    • Abu Hatim mengatakan, “Orang yg hilang (tidak diperhitungkan)”
    • Abu Daud menyatakan, “Dhaif, hadisnya ditinggalkan”
    • Dalam tafsirnya (7:7), Ibnu Katsir mengatakan, As-Sari bin Ismail adalah sepupu Asy-Sya’bi, bersama dia dhaif (lemah) sekali.
    Berdasarkan keterangan di atas bisa disimpulkan bahwa hadis terkait menghadap kiblat saat tidur statusnya dhaif, sehingga tidak perlu dianggap sebagai salah satu adab tidur.
    Demikian keterangan dari Syekh Abdullah bin Muhammad Zuqail, salah satu kontributor situs islam saaid.net, seperti dilansir dari laman konsultasisyariah.com.
  7. Membaca Doa Sebelum Tidur
    Dan yg terakhir yaitu berdoa sebelum tidur. Bagi temen-teman yg belum hafal doanya, silakan pelajari Lafadz Doa Sebelum Tidur

    Setelah selesai membaca doa sebelum tidur, kemudian pejamkan mata bersama jangan ngobrol2 kembali, karena nanti malah tidak tidur-tidur.

Itulah 7 adab sebelum tidur sesuai anjuran Nabi yg patut kita amalkan. Semoga dengan mengamalkan adab-adab tersebut diatas, tidur kita menjadi nyenyak, selalu terjaga dari gangguan jin bersama syaitan, bersama bangun tepat waktu sebelum subuh.

Demikian yg bisa kami share dengan kesempatan ini yg dirangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.